SERANG, (B1) – Aip Rohadi, Kepala Pustakawan di Universitas Bina Bangsa (Uniba), Provinsi Banten, berhasil masuk sebagai finalis di ajang Indonesian Academic Librarian Award (IALA) 2019, yang diadakan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI).
Sebelumnya, Aip Rohadi telah berhasil mengalahkan atau bersaing dengan 35 pustakawan dari berbagai FPPTI yang ada di Provinsi Banten.
Setelah mengalahkan 35 pustakawan FPPTI yang ada di Banten, Aip akan bertarung dengan lima finalis pustakawan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Lima finalis tersebut diantaranya, pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang yang mewakili Jawa Tengah, Yakni Atin Istiarini, pustakawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Kurniawan, pustakawan Universitas Negeri Lampung (Unila) yang mewakili Lampung, Endah Kurniasari, dan pustakawan Jawa Timur Deasy Kumalasari.
Kemudian, para finalis ini akan bersaing menjadi yang terbaik pada babak final yang dilaksanakan di Universitas Negri Lampung (Unila) pada 1 Oktober 2019.
Dimana nantinya, kelima finalis tersebut, termasuk Aip, akan diuji dengan memaparkan karya ilmiah unggulannya.
“Ini bukan saja kebanggaan, tapi juga pembuktian bahwa Banten secara umum dan Uniba bisa bersaing di ajang Nasional,” kata Aip kepada wartawan, Sabtu (21/9/2019).
Aip menuturkan, untuk lolos di ajang IALA harus mengikuti seleksi yang di mulai dari pengurus FPPTI Banten, yang dimulai dari beberapa prestasi karya ilmiah unggulan.
Selain itu, kata Dia, pengabdian kepada masyarakat pun menjadi salah satu syarat untuk dikirim ke pusat.
“Kalau di Banten ada 35 peserta, selanjutnya dari tiap provinsi diwakili satu orang untuk tingkat nasional,” ujar Aip.
“Setelah lima besar ini, saya hanya ikhtiar sebaik mungkin untuk membawa kampus dan Banten. Do’a dan support teman-teman, dan Rektor Uniba Pak Furtasan Ali Yusuf, tentu sangat berarti di final nanti,” sambungnya.
Sementara itu, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Banten Iman Sukwana menilai, Aip merupakan pustakawan muda yang memiliki basis keilmuan yang kuat, baik secara teoritis dan praktis.
“Dia secara perlahan namun pasti mengembangkan keilmuannya di bidang pengelolaan perpustakaan secara internal dan ekternal sehingga menjelma menjadi pribadi yang ulet dan mau menerima kritik,” katanya.
Dengan kemampuan yang dimiliki, ucap Iman, Aip merupakan contoh pustakawan muda potensial.
“Saya kira Aip representasi pustawakan yang humoris, menghargai orang lain dengan kapasitas yang mumpuni,” tutupnya. (Mas/Baehaqi).
























