SERANG, (B1) – Trailer Film ‘The Santri’ yang dirilis pada Senin, 09 September 2019 lalu, mendapat perhatian dari masyarakat luas.
Bahkan, Film The Santri menuai pro dan kontra dari banyak kalangan masyarakat lantaran, dinilai tidak mencerminkan perilaku santri di dalam kehidupan yang sebenarnya.
Diketahui, film garapan Livi Zheng ini merupakan film hasil kerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Kordinator Intelektual Muda Banten (KIMB), M. Asep Rahmatullah menilai bahwa, Film The Santri menggambarkan situasi dan kondisi wajah masyarakat muslim Indonesia yang mayoritas.
“Dari segi isi, konten film The Santri memiliki nilai keagamaan secara islami dan perlu didukung,” ujarnya kepada Bantensatu.co saat di wawancara, Jum’at (20/9/2019).
Menurutnya, jika isi film tersebut terdapat adegan yang kurang baik dan tidak sesuai syariat aturan hukum Islam dan negara harus di luruskan.
“Saya mengajak apabila efek dari film The Santri ini menggiring opini untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan, maka harus di kritisi dengan cara baik,” katanya.
Bahkan, tambah Asep, Film tersebut meski di perbaiki, sebagai sarana media dakwah untuk melakukan kebaikan.
“Kemaslahatan bersama untuk kemajuan Islam bangsa Indonesia yang penuh kedamaian dan toleransi,” tandasnya. (Mas/Baehaqi).
























