SERANG, (B1) – Atas adanya aktifitas di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Padarincang, besok, Jumat, (6/9/19), Aliansi Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR) Padarincang, akan lakukan aksi ‘longmarch’ dari Serang ke Kementrian KSDM Pusat di Jakarta.
Aksi ini merupakan bentuk penolakan masyarakat atas adanya PLTPB di Padarincang.
Ketua SAPAR, Jejen mengatakan, dari rentetan penolakan masyarakat sebelumnya telah melakukan beberapa kali aksi demonstrasi terutama pada tahun, 2017 lalu.
Dimana saat itu, ribuan warga Padarincang menggeruduk kantor Gubernur Banten menyampaikan penolakan terhadap PLTPB.
“Namun, hasilnya nihil. Bahkan pernyataan Wakil Gubernur yang akan menarik izin PLTPB dihadapan rakyat, hanya menjadi bagian dari siasat untuk meredam massa. Artinya pemerintah daerah tidak pernah menggubris tuntutan dari masyarakat yang menolak PLTPB ini. Dan bersamaan dengan masifnya penolakan dari warga, hingga hari ini PLTPB masih bercokol,” katanya kepada Bantensatu.co, Kamis (5/9/2019).
Jejen menuturkan bahwa, mahasiswa dari awal melakukan advokasi dan pendampingan terhadap masyarakat setelah melalui perjalanan panjang terutama setelah istigosah-istigosah akbar bersama ulama, yang mengambil kesimpulan dan diizinkan oleh ulama untuk melakukan aksi longmarch ke Jakarta.
“Persiapan yang kami lakukan pembagian wilayah kerja ada yang di kalangan masyarakat dan mahasiswa. Di mahasiswa sendiri H+2 bulan sudah memasifkan kampanye di setiap perguruan tinggi di Banten, dengan melakukan dialog publik di lintas kampus. Artinya ini bagian dari kampanye yang bertujuan untuk membuat persatuan di kalangan mahasiswa. Selain itu kami juga membagi-bagikan selembaran agitasi untuk menggambarkan situasi PLTPB di Padarincang,” ungkapnya.
Kemudian, lebih jauh Jejen mengatakan, dua minggu yang lalu, mahasiswa bersama masyarakat melakukan istigosah akbar di pintu masuk PLTPB. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan yang sifatnya masif dan berkelanjutan dari masyarakat.
Masyarakat, kata Jejen, menginginkan agar perusahan PLTPB tidak beraktivitas dan beroperasi.
Karena menurutnya, jika kemudian dibiarkan tetap beroperasi, beberapa permasalahan besar yang timbul akan menjadi bencana bagi masyarakat.
“Hingga hari ini persiapan yang kami lakukan tidak ada kendala dan berjalan lancar. Kami terus melakukan kampanye membagikan agitas dan menggalang aksi solidaritas baik dikampus maupun di luar kampus. Selain itu kami juga melakukan penggalangan dana untuk menarik simpatik mahasiswa lain agar terbuka pintu hatinya dalam merspon aksi penolakan PLTPB,” jelasnya.
“Sekarang sudah H+1, tentu segala persiapan baik komunikasi dan koordinasi berjalan lancar,” ucapnya.
Jum’at besok, pihaknya mengaku akan memulai aksi longmarch, dengan titik kumpul di halte UIN Banten.
“Titik awal longmarch dimulai dari depan kampus UIN. Dengan estimasi massa 20 orang. Dalam Aksi Longmarch kami membawa tuntutan mendorong KSDM mencabut seluruh izin PLTPB di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang ada di Padarincang. Selain itu kami juga menutut Presiden agar merespon permintaan Masyarakat yang Menolak PLPB,” tandasnya. (Mas/Baehaqi).
























