SERANG, (B1) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten, berangkatkan 25 relawan, bantu tangani kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. ACT Banten telah sejak pekan pertama, hingga hari ini sudah menerjunkan relawan dan mendirikan posko bantuan bagi warga terdampak.
“ACT kembali mengirimkan relawan dan bantuan melalui program ‘Kapal Kemanusiaan’ yang akan dilayarkan melalui dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara,” ungkap Aat Soihat, Kepala Cabang ACT Banten kepada Bantensatu.co, Senin (23/9/2019).
Sebelum dilakukan pemberangkatan, kata Aat, ‘Kapal Kemanusiaan’ ACT terlebih dahulu melakukan apel siaga relawan yang juga dilakukan pada Senin pagi, di Halaman Gudang Central ACT yang berlokasi di Gunung Sindur-Bogor.
Kemudian, lanjutnya, ACT Banten pun turut mengirimkan relawannya dalam kegiatan apel siaga dengan mengirimkan 25 relawan yang terhimpun dalam Organisasi Kemasyarakatan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Wilayah Banten, yang secara resmi akan dilepas oleh Kepala Cabang ACT Banten Aat Soihat.
“Pagi tadi, sekitar pukul 08.30 WIB. Saya ikut melepas rombongan relawan MRI ACT Banten yang akan mengikuti apel siaga di Bogor sebagai persiapan pelayaran Kapal Kemanusiaan untuk membantu korban bencana asap di Kalimantan dan Sumatera,” ujarnya.
Rombongan Relawan MRI ACT Banten, lanjutnya, akan dipimpin langsung oleh Koordinator MRI Daerah Kabupaten Serang Suswanto.
Adapun, Suswanto menjelaskan, relawan yang diberangkatkan, terhimpun dari MRI se Banten mulai dari Lebak, Pandeglang, Kabupaten dan Kota Serang.
“Ada sekitar 25 orang relawan yang akan berangkat mengikuti apel siaga di Bogor, kita akan terlibat dalam pelayaran ‘Kapal Kemanusiaan’, namun Relawan yang berangkat ke Kalimantan mungkin akan diseleksi lagi oleh tim Pusat,” terang Suswanto.
Selain mengirimkan para Relawan, ACT Banten hingga hari ini terus menggalang donasi untuk dikirim ke Posko ACT di Jambi, Riau, Palangkaraya dan sekitarnya.
Kemudian, ACT Banten terus mengajak lembaga lain untuk bekerjasama menggalang donasi agar bersama-sama bisa mengatasi warga terdampak akibat bencana asap tersebut. (Mas/Baehaqi).
