SERANG, (B1) – Menanggapi adanya informasi mengenai surutnya air laut di perairan Banten, dibantah oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Kusmayadi. Malah, kepala Balawista Provinsi Banten, unggah video di tepi pantai, dan masih dalam kondisi normal.
Ia menegaskan, bahwa kondisi air laut hingga saat ini masih normal.
Meski demikian, ia membenarkan bahwa masyarakat di Banten Selatan memang banyak yang mengungsi ke beberapa titik yang lebih aman.
Pihaknya menghimbau agar masyarakat yang sudah mengungsi ke area yang lebih tinggi, untuk sementara waktu tidak kembali ke rumah terlebih dahulu sebelum peringatan tsunami dicabut oleh BMKG.
“Petugas BPBD Banten sudah berada di Pusdalof, di Caringin, di Labuan, di Carita, Anyer dan daerah lainnya,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Jum’at (2/8/2019) malam.
“Hampir semua warga di pesisir Selat Sunda sudah mengungsi menyusul gempa dan peringatan tsunami. Meski demikian ada juga warga yang memantau kondisi air laut apakah normal atau surut. Kepada warga pesisir yang belum mengungsi, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, agar segera mengungsi dan tidak kembali sebelum peringatan tsunami dicabut,” tandasnya.
Sementara itu, lewat unggahan video di media sosial, Kepala Balawista Provinsi Banten Ade Ervin juga menyampaikan hal yang sama.
Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik tersebut Ade mengatakan bahwa kondisi air laut di wilayah perairan Banten saat ini masih normal.
“Tadi kami sudah mengevakuasi beberapa warga dari mulai anyer sampai carita, tanjung lesung dan sumur. Kami sudah bersiaga. Dan untuk di wilayah Lebak juga kami sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dan saat ini pasca terjadinya gempa belum ada terjadinya kenaikan atau surutnya air laut. Saat ini saya tepat berada di bibir pantai carita bersama anggota balawista. Kami himbau kepada masyarakat agar tetap siaga, mengungsi boleh, tapi ada baiknya diperiksa dulu dan tolong tidak terlalu panik, agar keselamatan di jalan saat kita mengevakuasi diri kita bisa tetap dalam kondisi yang memang kita siaga,” ucapnya lewat unggahan video.
Sementara itu, di wilayah Kopi, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang dikabarkan, salah satu warga tewas saat mencoba mengevakuasi diri dengan sepeda motor, akibat tabrakan dengan kendaraan lain karena panik. (Baehaqi rizal).
























