SERANG, (B1) – Walikota Serang, Syafrudin menilai Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang banyak alasan dalam menangani permasalahan Anak Jalanan (Anjal) yang semakin meningkat.
Seharusnya, ucap Syafrudin, sesuai tupoksi, Dinsos bisa menyelesaikan permasalan Anjal seperti pengemis, pengamen dan lain-lain.
Sementara, kata dia, berkaitan dengan masalah anggaran hal itu bisa di musyawarahkan bersama. Kemudian, lanjut Syafrudin, anggaran untuk penangan Anjal maupun pengemis tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
“Asalkan pengajuan jelas dan masuk akal, anggaran untuk Dinsos Kota Serang dalam penangan Anjal maupun pengemis akan diberikan,” kata Syafrudin saat diwawancara usai Rapat Paripurna, di Gedung DPRD Kota Serang, kemarin.
Program Pemerintah Pusat yaitu Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) tidak ada sangkut pautnya dengan Pemkot Serang, kata Syafrudin, tinggal Dinsos Kota Serang saja menjalankan.
“Kalau Kementerian ya Kementerian, tidak akan membebankan ke Pemkot Serang,” singkatnya.
Sebelumnnya, Kepala Dinsos Kota Serang, Poppy Nopriadi mengaku, bahwa selama ini Pemkot Serang tidak pernah memperdulikan untuk persoalan penyakit masyarakat di Kota Serang.
Padahal, ucap Poppy, sudah berapa kali mengajukan bantuan anggaran, tetapi belum pernah dapat alokasi dana dari APBD.
“Walaupun kita sudah mengajukan, tapi dihiraukan. Lalu bagaimana kita bisa melakukan penindakan, karena semuanya membutuhkan biaya,” katanya.
Dikatakan Poppy, program Pemerintah Pusat yaitu Puskesos hanya berbentuk bantuan dengan memberikan komputer. Lalu untuk pembiyaan tetap dari daerah.
“Pemerintah Daerah belum sanggup mewujudkan Puskesos, karena masih membutuhkan biaya,” tandasnya.
Dari pantauan Bantensatu.co, mulai pukul 15:00 WIB pada Sabtu (31/8/2019), di sepanjang jalan Kota Serang masih terlihat banyaknya Anjal yang berkeliaran yang berada di beberapa titik Lampu merah Kota Serang. (Mas/Baehaqi).
























