SERANG, (B1) – Setelah dua jam berlalu pasca terjadinya gempa berkekuatan 7.4 skala richter (SR) di Barat Daya Perairan Sumur, Pandeglang, Banten, Jum’at (2/8/19) malam, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geologi (BMKG), akhirnya mencabut status potensi tsunami dan menyatakan lewat akun resmi bahwasanya potensi tsunami telah berakhir.
Sebelumnya, pada pukul 19:03 WIB, BMKG mengumumkan telah terjadi gempa bumi di kedalaman 10 KM dengan jarak 147 KM dari wilayah Barat Daya Sumur, Pandeglang, Banten.
Dalam pengumuman tersebut BMKG menyatakan bahwa gempa berpotensi tsunami.
Diketahui, pasca gempa seluruh pihak terkait mulai dari Balawista, BPBD, Basarnas, Babinsa, hingga pihak Kepolisian langsung bergerak menerjunkan personilnya untuk memantau situasi langsung ke beberapa lokasi.
Berdasarkan pantauan Kepolisian Daerah (Polda) Banten, pasca terjadinya gempa kondisi di berbagai wilayah perairan di Banten masih aman dan debit air tetap normal.
“Personil Polsek dan Polres, sedang dilapangan untuk melakukan himbauan dan mengecek lapangan. Belum ada laporan kerusakan apapun,” ujar Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir melalui Kabid Humas Polda Banten Edy Sumardi melalui rilis.
Adapun langkah yang diambil oleh Polda Banten pasca gempa bumi diantaranya adalah dengan
menggerakkan personil polsek-polsek pantai untuk menghimbau masyarakat naik ke dataran tinggi, melaksanakan pengawasan terhadap rumah-rumah yang ditinggal dan melakukan Patroli.
“Melaksanakan patroli skala besar dari polres pandeglang dan brimob polda dengan kekuatan 200 personil, sudah berangkat ke arah kecamatan sumur, pandeglang, dan mengirimkan 50 personil patroli polres lebak untuk menyusuri pantai,” ujarnya.
Tak hanya pihak Kepolisian, Pengurus Daerah (Pengda) Indonesia Offroad Federation (IOF) Banten juga turut memantau perkembangan dampak yang ditimbulkan pasca gempa bumi, dengan melakukan koordinasi ke sejumlah anggota yang tersebar di berbagai wilayah Banten. (Baehaqi rizal).
























