SERANG, (B1) – Dalam menghadapi bencana kekeringan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Banten telah menyalurkan bantuan jutaan liter air bersih di berbagai daerah dan membangun sumur wakaf di 263 titik lokasi untuk ratusan ribu penerima manfaat di seluruh indonesia yang terus berlangsung.
Kepala Sub Bidang Analisa dan Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi mengatakan bahwa, sejak Mei – Juni 2019, BMKG sudah memprediksi kemarau tahun ini sampai Oktober, dan akan lebih kering dibandingkan dengan Tahun 2018.
Sehingga, perlu kewaspadaan dan antisipasi lebih dini dari Pemerintah dan Masyarakat.
“Dari pantauan BMKG hingga awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan meteorologi level ekstrim dimana tercatat ada daerah yang sudah lebih 60 hari tidak ada hujan, bahkan lebih dari 90 hari tidak ada hujan,” ujarnya saat Konferensi Pers, di Kantor ACT Banten, Kamis (22/8/2019).
Menurutnya, kondisi ini tentu akan memiliki dampak lanjutan terhadap kekeringan pertanian dan kekurangan air bersih masyarakat.
Selain itu, kata dia, ancaman gagal panen bagi wilayah pertanian tadah hujan semakin tunggi.
“Kolaborasi BMKG dengan ACT sebagai lembaga kemanusian akan terus berlangsung dengan memberikan update ke tim ACT terkait hasil monitor dan peringatan dini terkait wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Branch Manager ACT Serang, Aat Soihat mengatakan, kekeringan itu bisa mematikan segala aspek kehidupan, salah satunya air aspek yang kursial yang di butuhkan masyarakat.
Kemudian, lanjutnya, tanaman dan hewan pun bisa mengalami kematian.
“Oleh karena itu kami ACT Cabang Serang melalui program distribusi air bersih hari ini akan memberangkatkan 9 armada watertank untuk di 10 titik kekeringan untuk distribusi wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Pandeglang. Kemudian kami dan BPBD akan lanjut memberangkatkan 11 armada watertank,” ucapnya.
Ia menuturkan bahwa, melalui tema kekeringan mematikan, bisa menjadi kekuatan untuk menyuburkan kepedulian para masyarakat bahwa isu kekeringan menjadi empati bersama sehingga akan menggegerkan philantrophy di semua lini.
“Kami ACT Cabang Serang berkolaborasi dengan BPBD dan Pemerintah Kota Serang untuk memaksimalkan program kita ini, dan selanjutnya program jangka panjang kami adalah pembangunan sumur dalam untuk setiap titik kekeringan,” ujarnya.
Selain itu, Presiden ACT mengatakan bahwa, saat ini aksi yang terus dilakukan ACT terdiri dari tiga program utama yaitu penyediaan air bersih, layanan medis, dan bantuan pangan.
“Untuk 4 bulan terahir ACT ini telah memproses lebih dari 1.400 sumur wakaf di seluruh indonesia. Tahap awal penaganan kekeringan ACT akan suplai kebutuhan air bersih sebanyak 2,1 juta liter perhari melalui Mobile Water Tank dengan total 60 juta liter/Bulan,” katanya.
Ia menambahkan, dari sisi pelayanan medis, ACT terus rutin dalam memberikan layanan dan edukasi kesehatan di daerah-daerah yang terdampak kekeringan ekstrim.
“Kami mengajak semua masyarakat untuk bahu membahu mengirimkan bantuannya melalui aksi nyata untuk saudara kita di bit.ly/atasikekeringanbanten,” tutupnya (Mas/Baehaqi).
























