TANGSEL, (B1) – Masyarakat Kota Tangsel, begitu ‘care’ (peduli), terkait kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, yang memecat guru honorer Rumini dan sempat viral. Kejadian tersebut membuka pintu masuk dugaan penyelewengan anggaran APBN, APBD dana BOS dan penerimaan murid.
Penyataan Rumini di media massa sontak membuat warga Tangsel marah lantaran kasusnya membongkar dugaan pungli, namun malah dikaitkan dengan permasalahan pribadinya.
Pada sebuah group Whatsapp TangselBicara, aksi solidaritas patungan HP akhirnya di wujudkan. Dari aktivis, praktisi media, hingga tukang mie ayam ikut prihatin dengan kondisi yang menimpa Rumini.
“Kami mendengar ibu Rumini ini HPnya rusak, secara spontan di group WA, akhirnya kami sepakat untuk patungan membelikan handphone baru. Sosok Rumini ini adalah sosok inspirasi. Saya mewakilkan teman-teman, semoga HP pintar ini dapat bermanfaat,” ucap Edi Rusly, yang juga ketua SMSI Banten.
Menerima HP androit merk Oppo lengkap dengan kartu garansinya, Rumini merasa mendapatkan semangat untuk berjuang kembali pasca di pecat tanpa honor.
“Alhamdulillah, terimakasih banyak atas kepedulian teman-teman. Setelah di pecat, saya tidak mempunyai aktifitas apa-apa lagi. Tapi saya yakin, seluruh yang saya ucapkan di media adalah benar adanya. Maka akan tetap saya perjuangkan,” tegasnya. (man).
























