Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITA PILIHANBISNISTANGERANG RAYAUncategorized

Sepi, Warga Ingin Wisata Cigaru Bangkit Lagi

×

Sepi, Warga Ingin Wisata Cigaru Bangkit Lagi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TIGARAKSA, (B1) – Pengembangan perekonomian di wilayah desa merupakan hal yang penting terutama disektor wisata alam, Hal ini terjadi wisata Cigaru, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Example 300x600

Hampir satu pekan wisata Talaga Biru Cigaru sepi pengunjung, Talaga Biru Cigarau, yang selama ini dikunjungi banyak wisatawan dari berbagai daerah, kini sepi dan geliat ekonomi pun sangat menurun. Wargapun berharap, kondisi demikian tidak berlarut-larut dan akan kembali seperti semula.

“Seusai libur lebaran ramai dikunjungi. Tapi setelah kejadian dan ditutup kami pun terkena dampak turunya penghasilan,” ungkap Ibu Elah Hayati pedagang di lokasi wisata Talaga Biru Cigaru.

Ibu Elah (38), memiliki tiga orang anak, dan suaminya hanya sebagai ketua RT tidak memiliki pekerjaan. Berdagang di wisata Cigaru merupakan penopang penghasilan keluarga, selain untuk menghidupi keluarga penghasilan ini untuk makan sehari-hari.

“Saya ingin wisata ini selalu ramai lagi. Anak-anak muda yang menganggur dapat menjaga parkir kembali, dan pedagang menggeliat lagi,” harapnya.

Liburan tahun baru 2019 yang ramai. Saat itu pendapatan paling tinggi setiap harinya mencapai Rp1,5 juta sehari. Kini setelah kejadian tenggelamnya wisatawan asal bandung hampir satu pekan sepi.

Hari minggu kejadian insiden tenggelam itu masih sempat mendapatkan Rp700 ribu. Satu minggu pasca kejadian, hanya mampu Rp300 ribu.

“Saya hanya berdagang minuman, makanan kecil hingga menyiapkan roko, dan cemilan. Masyarakat dan pedagang di Cigaru, ingin kondisi wisata ini bangkit kembali hingga dapat menopang kehidupan kami disini,” ungkapnya.

Saat libur lebaran tanggal 6 juni hingga 9 juni 2019, hampir 40 ribu pengunjung setiap pekan didanau Cigaru. Selain wisata lokal yang terjangkau wisata Cigaru pun, murah dan sering dari berbagai daerah di Banten berkunjung.

Akses yang digunakan mulai dari pengendara motor setiapharinya 800 sampai dengan1000 motor. Untuk kendaraan mobil 50 hingga 1000 jika libur panjang dan hari-hari libur nasional. Belum lagi pejalan kaki di daerah sekitarnya.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cigaru Kecamatam Cisoka Wito, mengaku akan kembali berbenah mulai dari tower keamanan wisata, hingga papan informasi di sekitar obyek wisata Talaga Biru Cigaru. Nantinya akan membuat sarana dan prasarana lebih memadai.

“Kecelakaan kemarin menjadi pelajaran bagi kami. Srhingga lebih jeli dan dewasa mengelola obyek wisata ini, Talaga biru cigaru potensi desa kami,” tandasnya.

Nantinya Bumdes bersama Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis) bersama-sama merumuskan kembali bagai mana Talaga Biru Cigaru berkembang. Terkait insiden kemarin, dikatakan cukup memprihatinkan dan pelajaran ke depan.

“Kami ikut prihatin dengan insiden tenggelamnya wisatawan asal bandung, pelajaran bagi kami untuk mengelola ini semua,” ucapnya.

Talaga biru Cigaru merupakan galian tambang pasir yang dahulunya terus menjadi danau hingga sekarang. Luas Cigaru hampir lebih kurang 9 hektar dan dimiliki perorangan.

Pengelolaannya oleh swadaya masyarakat. Di setiap danau menjadi obyek wisata yang menjadi pilihan.

Talaga biru cigaru dilengkapi dengan flaying fox, perahu bebek, sampan eretan yang sudah dihiasi ornamen, dan spot selfi sering dikunjungi oleh anak muda, keluarga dan anak-anak untuk berlibur.

Ibu Lena (51) wisatawan asal pulau Sumatra Palembang mengunjungi danau Cigaru sabtu, (22/6/19), mengaku mendapatkan informasi Talaga biru Cigaru dari media sosial.

“Tempatnya bagus sesuai dengan apa yang ada di medsos. Pertama saya tahu dari media sosial. Lantas kami berkunjung ke Tangerang dan rekreasi kesini,” ungkapnya. (kom/sus).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post