Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
FIGUROPINITANGERANG RAYAUncategorized

Semangat Pancasila untuk Negeri di Tahun Politik

×

Semangat Pancasila untuk Negeri di Tahun Politik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Oleh: Ahmad Sodiq Fauzi

Example 300x600

Momentum yang tak pernah di lewatkan untuk Negeri ini tepatnya Tanggal 01 Juni yaitu hari lahir pancasila. Ya” Siapa yang tidak mengenal Pancasila? Apalagi kita sebagai bangsa dan masyarakat indonesia. Sudah tidak asing lagi di setiap upacara bendera selalu dibacakan teks Pancasila. Bahkan hampir di setiap semua ruangan sekolah terpajang teks Pancasila ada.

Tidak hanya itu, Pancasila juga menjadi salah satu mata pelajaran utama yang diajarkan sejak Sekolah dasar hingga ke Perguruan Tinggi sampai ke pesantren-pesantren. Bahkan hingga ke kalangan masyarakat pada umumnya, karena pancasila adalah dasar idiologi Negara kita (indonesia).

Setiap tanggal 1 Juni, kita selalu mengenang dan memperingatinya sebagai hari lahirnya Pancasila. Dalam suasana sakral itu, kita patut mengenang kembali peristiwa yang begitu dahsyat manakala sesepuh bangsa, Bung Karno, menggali ideologi bangsa dan secara resmi melahirkan Pancasila.

Kemudian, bangsa ini dengan penuh kebanggaan, menerima Pancasila sebagai pedoman hidup bernegara dan berbangsa, serta acuan untuk membangun persatuan dan kesatuan. Sekaligus sebagai dinamisator untuk menggerakkan semangat membangun bangsa Indonesia.

Pancasila adalah sebuah rumusan yang merupakan buah pemikiran para founding fathers Negara kita. Pancasila sebagai ideologi bersifat moderat, sebuah jalan tengah. Ibarat pendulum, tidak terlalu kekanan, tidak pula terlampau kekiri. Ini merupakan konsekuensi logis dari karakter serta kemajemukan elemen bangsa Indonesia.

Pancasila yang digali dari khazanah budaya bangsa, sejak lama telah diterima secara penuh sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Tetapi, masih saja ada orang, yang meski sedikit, tetapi kalau dibiarkan bisa meracuni yang lainnya. Ironisnya, dalam mencari pedoman lain itu, Pancasila selalu dikambinghitamkan dan didiskreditkan dengan berbagai alasan.

Orang-orang seperti itu justru lebih sering menyalahkan pemimpin kita Bung Karno, Pak Harto atau yang lainnya, seolah-olah telah menyelewengkan Pancasila. Padahal, pedoman lain yang disodorkan justru tidak sejalan dengan budaya bangsa yang sangat menghargai persatuan dan kesatuan.

Soekarno, dua bulan sebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, yang pertama kali mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara kita. Meski konsep usulan Soekarno saat itu tidak identik dengan Pancasila yang kita kenal hari ini, benih substansi falsafah bangsa ini mulai ditanamkan.

Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Sebagai dasar negara, Pancasila adalah falsafah negara kita, yaitu sebuah cara pandang terhadap kehidupan Berbangsa Dan Bernegara.

Pancasila merupakan titik tolak arah pemikiran, sikap, dan perbuatan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai falsafah negara menjadikannya sumber nilai (value) dan keutamaan(virtue). Maka arah Agama, hukum, politik, ekonomi, maupun sosial dan budaya kita digali dari nilai-nilai Pancasila.

Pancasila dikenal sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia. Pancasila sebagai ideologi memiliki makna. Pancasila sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai, dan keyakinan yang ingin diwujudkan dalam kenyataan kehidupan nyata, sebagai identitas atau ciri kelompok atau bangsa.

Sedangkan Pancasila sebagai dasar negara memiliki makna Pancasila sebagai landasan kehidupan bernegara sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas. Penegasan tentang Pancasila sebagai dasar negara telah disebutkan dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945.

Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia untuk menjunjung tinggi Pancasila, dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berperilaku sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara.

Pada hakikatnya Pancasila merupakan ideologi terbuka, ya’ artinya Pancasila memberikan kebebasan setiap masyarakat untuk bertindak dan keberadaannya mampu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat efektif untuk membangun bangsa, bahkan negara Indonesia masih bisa bertahan hingga saat ini, disebabkan masih ada orang-orang yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Namun, saat ini muncul kekhawatiran terhadap eksistensi Pancasila sendiri. Pancasila yang semula menjadi pedoman kini telah mulai ditinggalkan, banyak beberapa kelompok yang mulai merangrong pancasila. Pancasila yang semula harus diamalkan kini tidak lebih dari sekedar hafalan.

Yang baru-baru ini kita dengar ada beberapa ormas-ormas yang ingin menghilangkan dan mengubur lebur dan bahkan mengganti idiologi negara kita indonesia (pancasila) menjadi idiologi baru. Akibatnya, tak heran jika pada akhirnya terjadi konflik degradasi dan doktrinasi moral masyarakat Indonesia.

Banyak kasus hukum yang menimpa masyarakat serta meningkatnya angka kriminalitas mengindikasikan terjadinya pelemahan terhadap nilai-nilai Pancasila seniri.

Kurangnya bacaan-bacaan tentang penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, juga mengakibatkan masyarakat miskin akan pengetahuan dan keteladanan nilai-nilai pancasila. Ditambah lagi dihapuskannya mata pelajaran budi pekerti luhur dari kurikulum pembelajaran sekolah.

Jika kelalaian ini kita teruskan, bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi dalam beberapa puluh tahun ke depan. Mungkin saja Pancasila hanya menjadi kenangan dan bukan tidak mungkin Indonesia menjadi negara tanpa aturan, tanpa etika, dan dipenuhi oleh para pemberontak.

Banyak contoh yang dapat kita ambil ahir-ahir tahun ini negara kita Indonesia, sering kali mengalami degradasi moral, keributan, demo, dimana-mana. Apa lagi di tahun 2019 ini, tahun yang dikatakan tahun politik, tahun yang sangat memanas keributan peralihan pemimpin terjadi begitu dahsyat. Hal ini lah minimnya pengetahuan dari nilai- nilai Pancasila sendiri.

Untuk itu, agar tidak jatuh ke jurang yang lebih dalam, sebagai rakyat Indonesia kita harus segera bertindak. Dibutuhkan kesadaran setiap elemen masyarakat Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri masing-masing. Itu adalah tugas kita, karena “Pancasila adalah Kita”.

Pancasila memupuk rasa persatuan dan kesatuan di antara warga negara berbangsa dan bernegara. Dengan dilandasi semangat tinggi gotong royong mampu mengembangkan kekuatan bersama sekaligus memperkukuh kehidupan dengan kekuatan bersama dari sabang sampai merauke. Bagaimanapun, kekuatan bangsa Indonesia justru berawal dari kebersamaan seluruh penduduk dari berbagai suku, Ras dan agama.

Memang, kita membangun kebersamaan demi sebuah kekuatan yang tidak terpatahkan. Ibarat sapu lidi, lidi-lidi tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi bersatu menjadi sapu yang kukuh dan bermanfaat.

Sapu lidi secara bersama dapat mengais kotoran dan menjadikan area yang disapu menjadi bersih sekaligus menjadi wahana bagi tumbuh suburnya kekuatan yang membanggakan seluruh anak bangsa.

Dengan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu memerangi musuh bersama, yakni kemiskinan dan kebodohan. Sehingga bangsa ini bebas dan berdaulat untuk bersama-sama menikmati kebahagiaan dan kesejahteraan yang adil dan merata. Keadilan tidak saja menjadi simbol dari mereka yang berhasil, tetapi mufakat untuk sebesar-besar kesejahteraan bersama dalam masyarakat yang beragam.

Konteks pemberdayaan dalam kebersamaan mudah diucapkan, tetapi sukar dikerjakan. Lebih-lebih, kalau menyangkut upaya bersama untuk bekerja keras dan cerdas. Mereka yang sudah mapan sering sukar diajak bekerja keras, tanpa jaminan nyata yang dapat menguntungkan dirinya sendiri. Sebaliknya, mereka yang miskin cenderung terlena dengan janji-janji kosong para calon pemimpin bangsa, yang tidak pernah terwujud.

Sekaranglah momen yang tepat untuk menjadikan Pancasila sebagai arah pedoman kehidupan bangsa dalam upaya menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. “Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila 01 Juni 2019″. (***).

Biodata penulis:

1. Ketua MPM (Majelis pemusyawaratan mahasiswa) sekolah Tinggi ilmu syariah nahdlatul ulama Kota Tangerang_2015-2017
– Ketua bidang kebijakan pemerintah dan opini publik Pengurus Kordinator Cabang PMII BANTEN (PKC PMII BANTEN ) _ 2018-2020

2. Ketua bidang Komunikasi dan lembaga nasional BEM NUSANTARA Indonesia_2015-2017

3. Sekretaris Umum PC PMII Tangerang_ 2017-2018

4. Ketua bidang kebijakan pemerintah dan opini publik_ 2018-2020

5. Ketua bidang Komunikasi dan lembaga nasional BEM NUSANTARA Indonesia_2015-2017

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post