FIGUROPINITANGERANG RAYAUncategorized

Objek Wisata Tangerang Telan Korban, Pengelola atau Pemerintah?

 

Oleh: Raden siska Marini

banner 300x600

Liburan panjang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H, akan berdampak positif bagi pengelola objek wisata. Lonjakan pengunjung sudah pasti akan terjadi. Apakah pengelola dan pemerintah daerah, siap menerima ini semua?

Keindahan objek wisata di Kabupaten Tangerang sudah kesohor ke beberapa daerah. Kemanapun mereka pergi dapat dikagumi wisatawan dengan memuji keindahan ciptaan yang maha kuasa dengan pesona alamnya.

Objek wisata Danau Biru di Kabupaten Tangerang atau yang familiar Danau Cigaru misalnya, yang mempunyai kelebihan. Sehingga wisatawan dapat menikmati objek wisata dengan airnya. Diyakini pemandangan yang ada, mampu memanjakan sejauh mata memandang.

Tempat wisata Danau Cigaru diresmikan langsung oleh Bapak Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, pada 1 Februari 2018 lalu. Dengan satu lokasi 3 danau, memiliki kedalaman sekitar 9, 12 dan 19 meter. Serta keasaman air yang mencapai PH 7, namun pengelola belum memiliki keamanan yang sesuai SOP.

Minimnya petugas keamanan dan peralatan yang berada di lokasi, membuat lokasi  rawan bahaya. Jika melihat tingkat keasaman air yang mencapai ph 7, petugas keamanan pun akan berpikir, jika harus menyelematkan apabila ada korban tercrbur dengan cara berenang plus minimnya peralatan.

Minggu 16 Juni 2019, kemarin, kecelakaan pun terjadi. Ada dua korban tenggelam yang berasal dari Bandung dan lagi berlibur di Kabupaten Tangerang dan memilih Danau Cigaru, untuk dikunjungi. Dengan minimnya peralatan dari pengelola, membuat korban tidak bisa diselamatkan. Ketika dievakuasi pun dengan peralatan seadanya.

Timbul pertanyaan, apakah semua sarana di lokasi sudah dicek kemananannya?. Tentu ini hal yang harus di perhatikan bagi pengelola dan pemerintah daerah sebagai icon dan objek wisata.

Saya harap Pemerintah daerah tidak hanya memikirkan tentang icon, tapi perawatan dan perbaikin sarana prasarananya pun harus dipikirkan, demi keselamatan pengunjung. Karena tidak ada yang sebanding dengan nyawa manusia.

Melihat kejadian tersebut pengelola danau dan pemerintah, perlu perbaikan dan evaluasi besar-besaran terkait lokasi tersebut. Agar mampu memberikan keamanan bagi pengunjung yang datang.

Lokasi wisata jika dikelola dengan baik, akan mampu memperbaiki ekonomi masyarakat dan pemerintah daerah sebagai objek wisata daerah.

Dalam hal ini Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang, perlu menyiapkan pendidikan tentang pengelolaan wisata oleh Dinas Pariwisata. Namun Sudahkah dinas Pariwisata kabupaten Tangerang melakukan hal ini?.

Tentu ini PR bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah Kabupaten Tangerang. Agar lebih mem fasilitasi objek wisata yang ada demi keselamatan bersama.

Jika sudah terjadi Lalu siapa yang harus bertanggung jawab, pengelola atau dinas terkait?

Jika melihat kejadian ini, haruskah tempat lokasi ini ditutup? Atau ada solusi lain yang akan diberikan oleh dinas terkait di Kabupaten Tangerang. Jangan sampai ada korban-korban berikutnya yang berjatuhan. Dinas terkait harus mampu membuat standar keamanan yang jelas di lokasi dan pengawasan yang baik. (***).

Biodata penulis:

1. Ketua Komisariat PMII Islamic Village 2018-2019
2. Sekretaris Umum BEM STIT Islamic Village 2017-2018
3. Ketua Himpunan Mahasiswa PIAUD STIT Islamic Village

Exit mobile version