Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
FIGUROPINITANGERANG RAYAUncategorized

Mahasiswa Tangerang, Mahasiswa Kampus Taman Bunga

×

Mahasiswa Tangerang, Mahasiswa Kampus Taman Bunga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Oleh: Raden siska marini
Generasi milenial sering kali menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat. Secara umum kebanyakan masyarakat tidak mengetahui apa itu generasi milenial, khususnya masyarakat awam.

Example 300x600

Akan tetapi mereka lebih mengenal dengan sebutan kids zaman now. Generasi milenial sangat intens didiskusikan khususnya dikalangan akademik atau pelajar/mahasiswa dan juga organisasi-orgaanisasi sosial tertentu yang sangat peduli terhadap perkembangan dan perubahan pola hidup masyarakat zaman sekarang.

Pertanyaannya adalah kemanakah generasi milenial ini akhirnya ? Generasi milenial terbagi 3. Pertama adalah mereka yang tetap mempertahankan nilai-nilai normatif ditengah gemuruhnya nilai-nilai tersebut dipertanyakan, misalnya jika kita memakai pakaian yang tidak sesuai dengan zaman dikatakan kolot, tidak modern, dan lain sebagainya.

Kedua mereka yang mengikuti perkembangan zaman dan tidak pernah mengkritisi hal-hal yang timbul ditengah-tengah mereka sehingga mereka disebut liar, kids zaman now dan lain sebagainya.

Ketiga adalah mereka yang mengambil kedua-duanya, artinya mereka mempertahankan nilai-nilai normatif mereka, tetapi mereka juga berpakain seperti pakaian yang diproduksi pada zaman sekarang

Dewasa ini Sosial media adalah faktor utama dalam perkembangan zaman tentu dengan generasi milenialnya.

Ya” siang ini saya berselancar di sosial media Tangerang, bahkan hampir setiap hari saya mengamati media sosial khususnya media yang ada di Tangerang. Ada beragam postingan, namun yang familiar posting tentang hal makanan, fashion, dakwah dan seterusnya.

Hari ini kita sudah jarang menemukan postingan tentang kepedulian mahasiswa, khususnya Tangerang kepada masyarakat.

Sejak saya mengemban bangku perkukiahan di STIT Islamic Village Tangerang, sejak itu saya mulai Aktif mengikuti BEM kampus dan organisasi eksternal salah satunya PMII.

Berangkat dari kesadaran Hari ini saya menemukan postingan PC PMII Pandeglang yang melakukan aksi protesnya tentang kendaraan oleh dinas Bupati Pandeglang, yang dibeli dengan angka fantastis, namun tidak untuk mahasiswa Tangerang yang masih terlelap dan asik dengan gaya hedonisnya.

Beberapa waktu lalu saya pun menjumpai mahasiswa Lebak sibuk dengan aksi advokasi petani cilangkap, ketika lahannya akan direbut oleh kekuasaan. Namun lagi-lagi tidak untuk mahasiswa Tangerang yang masih terlelap dan asik dengan gaya hedonisnya dan medianya.

Jika berbicara nilai-nilai budaya, mahasiswa Tangerang rata-rata memang adalah para pekerja pabrik, guru dan karyawan kantor yang memang kuliah hanya mengejar gelar Strata 1, lulus kuliah memudian berharap mendapat pekerjaan yang lebih baik.

Mahasiswa Tangerang adalah mahasiswa yang sibuk HIJRAH. Tapi lalai pada kesulitan yang berada di sekitarnya. Saya tidak melarang atau pun menyalahkan budaya hijrah.

Silahkan kalian hijarah, tapi hijrah itu berpindah. Kalau cuman sekedar ganti kostum sih itu bukan hijrah, tapi mau tampil lebih nyetrika dan kekinian.

Kebaikan tidak harus persoalan ritual ibadah. Kebaikan bisa kita lakukan dengan membantu masyarakat yang kesulitan dan melawan kedzaliman penguasa (dengan data yang benar tentunya, bukan sekedar faktor like dan dislike merasa sudah sudah aksi nyata).

tapi bagaimana mahasiswa Tangerang bisa melawan itu. Lah wong, aktif di organisasi kampusnya saja males. Merasa itu semua hanya buang-buang uang dan waktu. Padahal manfaat yang di emang dalam berorganisasi jika dilakukan dengan benar, akan membuat kebaikan yang luar biasa.

Selain ketrampilan berorganisasi yang akan bermanfaat saat kamu terjun di masyarakat. Relasi yang kamu bangun dengan baik saat berorganisasi, tentu akan mendatangkan kebaikan jika kamu manfaatkan untuk kebaikan bersama.

Persoalan kuliah bukan hanya soal nilai. Nilai itu cuman angka, attitude yang akan membawamu ke kesuksesan.

Membanggakan orang tua bukan hanya dengan prestasi akademik. Selama mampu melakukan keseimbangan hidup, berorganisasi bukanlah suatu kesalahan.

Orang tua yang baik, orang tua yang memberikan anaknya kesempatan untuk berkembang seluas-luasnya. Asalkan mampu mempertanggung jawabkan itu dengan semua, kuliah tetap rajin, ibadah tetap kamu lakukan dan kewajiban sebagai anak tetap kamu kerjakan.

Kalaupun ada kebaikan yang dilakukan mahasiswa Tangerang, saya rasa semua itu masih bersifat seremonial saja. Belum kebaikan yang dilakukan secara sistematis, dan membawa perubahan yang nyata. Kegiatan sosial pun masih sebatas santunan, yang dampaknya paling dirasakan sehari dua hari. Yang penting punya foto santunan yang bisa di update di sosial media .

Teringat ujarnya salah satu senior saya di organisasi “Setelah kamu tidak jadi mahasiswa, terserah kamu mau berada dikanan atau kiri. Tapi saat kamu jadi mahasiswa, kamu harus berada di jalur kiri”. Peka pada sosial, kesulitan rakyat, melawan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, dan berjalan bersama rakyat.

Oleh karena itu sebaiknya kita harus bisa mengkritisi lebih dalam lagi bagaimana seharusnya zaman milenium ini ditempatkan. Kita tidak bisa mengubah pola fikir mereka dengan begitu banyak teori-teori sosial yang ada diperpustakaan.

Karena itu tidak akan berhasil akan tetapi kita bisa memasukan nilai-nilai normatif di dalam kehidupan zaman milenial ini, yaitu misalnya banyak dari kalangan remaja atau mahasiswa yang hobi selfi, maen game, didalam itu kita bisa masukan nilai-nilai kebaikan agar terdapat pelajaran yang bisa dipetik oleh mahasiwa dan para pelajar.

Jangan lagi jadi mahasiswa yang seperti contoh di atas dan kuliah di kampus bukan sebagai ajang Taman Bunga. Artinya hanya untuk jual gensi dan gaya individualitas, kemudian menjadi (mahasiswa) kupu-kupu (kuliah – pulang – kuliah – pulang). Setelah lulus, hanya menjadi karyawan kemudian mati tanpa pernah melakukan apa-apa. (***).

Biodata penulis:

1. Ketua Komisariat PMII Islamic Village 2018-2019

2. Sekretaris Umum BEM STIT Islamic Village 2017-2018

3. Ketua Himpunan Mahasiswa PIAUD STIT Islamic Village

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post