Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
SENI BUDAYATANGERANG RAYAUncategorized

Polresta Tangerang Ajak Elemen Masyarakat Buka Puasa Bareng

×

Polresta Tangerang Ajak Elemen Masyarakat Buka Puasa Bareng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TIGARAKSA, (B1) – Polresta Tangerang, Polda Banten, buka puasa bersama dengan elemen masyarakat lintas agama di Gereja Santa Odilia, Paroki Citra Raya, Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/5/19). Nampak hadir, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif serta Suster-Suster Fransiskanes Dongen (SFD), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kemenag Kabupaten Tangerang, perwakilan ormas Islam, serta elemen masyarakat lainnya.

Example 300x600

“Kegiatan buka puasa bersama ini dapat kita sebut sebagai buka puasa dalam bingkai Kebhinekaan,” kata Sabilul.

Ia melanjutkan, kesempatan buka puasa bersama lintas elemen merupakan momentum yang tepat untuk menggalang persatuan pasca pesta demokrasi. Dikatakannya, KPU sudah mengumumkan hasil rekapitilasi suara. Setelahnya, katanya, semua pihak berkewajiban menghormati hal itu. Segala tindakan, lanjutnya, harus ditempuh melalui jalur konstitusional.

“Di atas segalanya, semua pihak wajib menjaga persatuan dan menghindarkan diri dari segala tindakan yang dapat menyebabkan perpecahan,” terangnya.

Sabilul menambahkan, puasa pada hakikatnya adalah mengendalikan diri, bukan mengendalikan orang lain. Maka, kata dia, menjaga diri termasuk menjaga lisan dan perbuatan menjadi bagian penting dari puasa.

“Kebersamaan adalah kekuatan. Saling menghargai dan menghormati adalah jati diri bangsa ini,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Dandim 0510 Tigaraksa Letkol Inf. Parada Warta N. Tampubolon mengatakan, perbedaan suku, agama, ras, dan bahkan pandangan politik merupakan keniscayaan. Perbedaan itu, kata dia, harus dijadikan landasan kekuatan.

“Dengan segala perbedaan itulah kita bersama-sama menjaga keutuhan dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Ketua FKUB Kabupaten Tangerang Maski menyatakan, perbedaan tidak seharusnya dipandang sebagai sebuah ancaman. Apalagi, perbedaan kemudian dibuat begitu tajam hingga mengancam persatuan.

“Perbedaan itukan fitrah, ketentuan Tuhan. Tugas kita membangun kebersamaan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Romo Felix Suprapto mengaku bangga, dengan terjalinnya kebersamaan khususnya di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, segenap pihak hendaknya selalu mengedepankan persatuan bangsa tidak terjebak fanatisme belaka. (sus).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post