Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYALINGKUNGANUncategorized

BPJS Ketenagakerjaan Banten Sosialisasi Program ke Ormas Islam

×

BPJS Ketenagakerjaan Banten Sosialisasi Program ke Ormas Islam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) ketenagakerjaan, adakan seminar Jaminan Sosial Tenagakerja kepada tokoh ormas Islam Banten. Acara berlangsung di aula Banten Raya TV, Rabu (29/5/19).

Example 300x600

Ketua pelaksana kegiatan, Didin Haryono mengatakan, kegiatan untuk membangun kesadaran kolektif bagi pemerintah, pengusaha, BUMN atau BUMD dan masyarakat. Hal itu terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sosial dan pekerja rentan di wilayah Banten.

Kegiatan juga untuk, membangun sinergitas antara BPJS Ketenagakerjaan dan tokoh masyarakat, organisasi atau lembaga keagamaan yang ada di Banten. Selain itu, sekaligus untuk sosialisasi dan edukasi manfaat dari program BPJS ketenagakerjaan.

“Saya yakin dengan kegiatan ini, target universal coverage kepesertaan BPJS ketenagakerjaan akan semakin dekat di Banten. Tentu dari semua itu, pemerintah sangat berpengaruh atas suksesnya perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat Banten. Khususnya para pekerja sosial dan pekerja rentan lainnya. Baik honorer, guru ngaji, kiai, ustadz, marbot pengurus DKM, buruh tani, ataupun nelayan,” tuturnya.

Menurut pria yang diakrab disapa Didin ini, undangan berasal dari beberapa elemen masyarakat.

“Kami mengundang berbagai lembaga organisasi masyarakat (Ormas) Islam seperti, ICMI Banten, Muhammadiyah, NU,  Aisyiah, Fatayat NU, FSPP, DMI, KAHMI dan media yang ada di Banten,” jelasnya.

Eko Nugriyanto Direktur BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten menyatakan, data statistik ada 5,3 juta pekerja sosial yang rentan. Bila dirinci, formal 3 juta orang, informal 2,3 juta orang di Banten.

“Kita  terus berusaha menyosialisasikan program program BPJS. Diantaranya jaminan kecelakaan kerja, Jaminan kematian, Jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Kepada seluruh masyarakat baik pekerja sosial yang rentan, formal, maupun in formal,” terangnya.

Kepala Kemenag Banten, Bazari Syam menambahkan, lembaga-lembaga yang beroperasi harus bertanggung jawab kepada bawahannya.

“Kemenag bertanggungjawab terhadap guru agama, madrasah, kiai, ulama, santri yang berhak mendapatkan perlindungan. Iuran BPJS ketenagakerjaan sangat terjangkau, hanya Rp16.800, itu sangat murah, dan jauh lebih mahal dari harga rokok,” imbuhnya.

Sementara Ketua FSPP Ali Mustafa menyatakan, FSPP sedang mengupayakan para kiai, guru ngaji dan santri mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

“Kami upayakan kiai, guru ngaji,  dan santri yang jumlahnya sekitar 3000 orang di Provinsi Banten dapat program BPJS. Yang sering terjadi musibah pada pondok pesantren, diantaranya kebakaran dan kebanjiran. Semoga dengan adanya BPJS bisa membantu masyarakat kecil,” harapnya.

Di tempat yang sama, Rohman Sekjen ICMI Banten mengatakan, BPJS merupakan lembaga yang tepat untuk mengatasi persoalan kecelakaan sosial ekonomi.

“Masyarakat pekerja harus daftar sebagai anggota BPJS. Dan ICMI juga mendorong keanggotannya yang berjumlah 1000 orang untuk mendaftar ke BPJS. Ke depan, ICMI insya Allah akan kerja sama dengan BPJS, serta terus berusaha memberikan sosialisasi ke masyarakat, tentang pentingnya BPJS ketenagakerjaan,” tandasnya. (sus).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post