CILEGON, (B1) – Sejumlah elemen masyarakat mengeluhkan ceceran material sisa pembongkaran bahan baku yang dilakukan oleh PT Indoferro.
Masyarakat menuding bahwa ceceran sisa pembongkaran material mengganggu aktifitas karena menimbulkan sejumlah permasalahan yang dianggap mengorbankan masyarakat.
Namun, semua tudingan tersebut dibantah oleh pihak PT Indoferro.
Melalui pesan elektronik, General Manager PT Indoferro David Cornelius mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara persis, mengenai hal tersebut.
“Pada kenyataannya tidak seperti itu mas. Sepertinya keluhan-keluhan yang muncul terlalu dilebihkan. Karena, nikel yang diangkut dari pelabuhan tidak berdebu karena cenderung basah (kadar air >30%). Jadi alasan debu nikel dari truk berterbangan saat dilakukan pengangkutan dari pelabuhan adalah fitnah,” terangnya, Selasa (21/5/2019).
David menambahkan, Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang menjadi akses keluar masuk ke PT Indoferro/GJI, juga digunakan oleh penambangan galian C1 oleh masyarakat sekitar setiap hari.
“Pengangkutan nikel oleh perusahaan dari pelabuhan hanya berlangsung kurang lebih 1 minggu dalam setiap bulan. Selesai pengangkutan langsung kami bersihkan (bahkan tidak menunggu sampai selesai), bila ada ceceran di jalan,” paparnya.
Selain itu masih kata David, Nikel yang tercecer di jalan sangat kecil jumlahnya, karena bentuknya tidak luruh/tidak berdebu karena basah sehingga tidak akan banyak yang akan keluar dari truk.
“Truk yang mengangkut (material), secara SOP ditutup terpal, kalau ada yang tidak ditutup maka supir truk perusahaan pengangkutan yang bandel (malas/mengejar ritase tanpa sepengetahuan pengawas lapangan). Selama ini tidak ada laporan kepada perusahaan kami, tentang adanya kecelakaan lalu lintas akibat licin ceceran nikel di JLS yang dilintasi. Kalau ada, tentunya kami akan bertanggung jawab secara penuh kepada korban berdasar fakta,” tambahnya.
Menurutnya, pengangkut seharusnya membersihkan lintasan yang dilaluinya, bila mengetahui ada muatan yang tercecer.
“Mungkin yang diambil photo saat itu belum dibersihkan. Nikel ore yang diangkut mengandung nikel 1.8%-1.9% saja, tidak banyak beda dengan tanah liat, jadi bukan sesuatu yang membahayakan kesehatan. Kami berharap media harus berimbang dalam memberitakan, karena kami perusahaan ada disini untuk berkontribusi secara positif kepada seluruh stake holders, termasuk masyarakat sekitar,” tandasnya. (Baehaqi Rizal).
























