TANGERANG, (B1) – Sekolah Pelita Harapan (SPH), Lippo, Karawaci Tangerang, adakan pameran Ilmiah tahun 2019. Pameran ini adalah salah satu agenda nasional Indonesia bertajuk “Membentuk Indonesia 4.0”. Pameran berlangsung, 15 dan 17 April 2019, lalu, di SPH Lippo Karawaci, Tangerang.
Dikatakan, Presiden Joko Widodo, saat pembukaan Indonesia Indsutrial Summit, bulan April 2018 lalu, menyampaikan, revolusi industri ke-4 atau Industri 4.0 sedang mentransformasi dunia.
Revolusi ini, ditandai dengan adanya manufaktur digital yang mengadopsi komputer dan otomatisasi, dengan system
yang cerdas dan otonom, didorong dengan data dan pembelajaran mesin (Machine Learning).
Indonesia harus siap dengan perubahan besar ini.
Salah satu langkah yang perlu diambil adalah dengan
mengembangkan dan memaksimalkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan inovatif, kreatif,
dan problem solving. Maka dari itu, lembaga pendidikan adalah sector yang paling strategis untuk
memperlengkapi generasi muda yang siap memasuki dunia industry 4.0.
Lembaga pendidikan dituntut harus terus beradaptasi dengan tren-tren global masa kini seiring
menghadapi dunia yang terus berubah secara konstan ini. Oleh karena itu, SPH berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan di Indonesia, sebagai pelopor ide pembelajaran terbaru dan melawan metode pembelajaran konvensional dari pendidikan tradisional.
Berawal dari pendidikan tradisional 1.0 yang berlanjut kepada fase 2.0, dan pada akhirnya SPH sembari melangkah menuju model pendidikan 4.0. SPH
juga sedang menerapkan model pendidikan 3.0 yang mengijinkan para murid untuk menjadi pembelajar yang mandiri yang juga didorong untuk menggunakan teknologi digital terkini secara konsisten sebagai
bagian terpenting.
SPH memulai Center of Excellence pertama dalam area Ilmu Pengetahuan Praktis, yang
dikenal sebagai Applied Science Academy (Akademi Ilmu Pengetahuan Praktis). Center of Excellence bertujuan untuk memperlengkapi murid-murid dengan penelitian terdepan, praktikum terbaik, bantuan
dengan area-area spesialisasi dan bimbingan dari mentor yang ahli.
Applied Science Academy (ASA) dibentuk dengan tujuan untuk memberdayakan dan mendidik
ilmuwanilmuwan muda. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya paparan otentik ke lingkungan penelitian sehingga dapat terjadinya eksplorasi ilmiah yang menghasilkan innovator muda dalam ilmu terapan. Untuk
mendukung hal ini, SPH juga menyediakan peralatan dan bahan lab terbaru dan canggih.
Direktur ASA, seorang peneliti Indonesia bernama Dr. Eden Steven, Ph.D, Ia menerima gelar
doctornya di Florida State University dengan spesialisasi di bidang matrial canggih (advanced materials) dan elektronika.
Dr. Steven membimbing para ilmuwan-ilmuwan muda, bersamaan dengan professor-profesor kompeten Universitas Pelita Harapan (UPH).
Tahun 2019, SPH Lippo Village mengadakan Pameran Ilmiah Pertama yang akan menampilkan 20 proyek Ilmiah yang, didedikasikan oleh 24 murid-murid dari kelas 10-12 (1-3 SMA).
Dalam acara ini juga, para
murid akan menampilkan proyek-proyek yang berkaitan dengan Bioteknologi, Biosensor, Energi terbarukan (renewable energy), Pembelajaran Mesin (Machine Learning), Machine Vision, Mikrobiologi,
Teknik Sipil, Ilmu Komputer, Ilmu Material, Ilmu Data, Farmasi, Food Technology, dan Robotik.
“Saya telah menyaksikan banyak bakat-bakat luar biasa dari murid-murid ini dan bahkan mereka dapat melampaui ekspektasisaya terhadap murid-murid ASA kelas 10, 11, 12. Beberapa dari hasil ilmiah mereka Sangatlah orisinil, unik, dan berkualitas tinggi.
Bahkan kami berencana untuk memasukkannya dalam publikasi ilmiah internasional. Beberapa contoh karyanya yakni, pembalut luka berbasis protein sutra
dengan ekstrak tanaman local yang dapat menyesuaikan diri dengan luka dengan sifat retensi bahan
antimikroba dan bahan aktif yang kuat. Ada juga yang melakukan penelitian memisahkan dan
mengidentifikasikan bakteri dari Kimchi dimana Ia menemukan bahwa bahan tersebut berpotensi
mencegah pembekuan darah.
Siswa lain juga melakukan penelitian di bidang robotik dimana ia mengembangkan sistem pelacakan mata (eye tracking system) yang memungkinkan lengan robot untuk
mengambil benda dengan eye movement.
Ada juga murid lain yang mempelajari Kristal yang dapat menyerap cahaya. Ia juga menemukan cara untuk
menyimpan energy cahaya ini secara jangka panjang. Studi ini dilakukan dengan menggunakan sensor, pengontrol, dan perekaman data yang dibuat khusus dan diprogram khusus yang dapat secara otomatis
menganalisis ribuan kurva sekaligus.
Hasil ini juga akan disajikan dalam konferensi ilmiah internasional
yang akan datang dalam optik modern. Selain itu, ada murid yang tertarik mempelajari plastik ramah lingkungan, mengembangkan film plastik
dengan zat tepung. Ia melakukan analisis terperinci dan optimalisasi untuk meningkatkan kinerja plastik
biodegradable,” tutur Dr. Eden Steven, Ph.D, Direktur SPH Applied Science Akademi.
Dalam acara, hadir Prof. Dr. Ismunandar selaku Dirjen Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk memberikan “interaktif talk” yang mendiskusikan pembelajaran di era transformasi ini. Selain itu Bapak Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc. selaku kedua LIPI akan hadir membagikan pengalaman dan keahlian beliau dalam riset ilmiah.
Turut hadir Bapak Tommy Tjiptadjaja, MBA, selaku co founder dan CEO Greenhope dan Dr.Eng. Deni Shidqi Khaerudini dari LIPI, yang membagikan
pengalaman serta menginspirasi dan memotivasi anak-anak murid jenjang SMA, mengenai pentingnya Ilmu interdispliner saat ini, maupun masa akan datang. (way).
























