CILEGON, (B1) – Sesuai yang sudah dijadwalkan sebelumnya, Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Walikota Cilegon hari ini, Kamis (14/4/19), adakan pemaparan visi misi, dua calon Wakil Walikota di aula DPRD Kota Cilegon.
Diketahui, dalam pencalonan tersebut terdapat dua nama yakni Ratu Ati Marliati yang diusung Partai Golongan Karya (Golkar) dan Reno Yanuar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Dalam memaparkan Visi Misinya, Ratu Ati Marliati menyampaikan, jika terpilih menjadi Wakil Walikota Cilegon, dirinya akan sepenuh hati mewakafkam diri untuk membantu melanjutkan percepatan pembagunan di Kota Cilegon, seperti pembangunan Jalan Lingkar Utar (JLU), Pembanganunan Warnasari dan pembangunan Tandon pencegah terjadinya banjir di Kota Cilegon.
“Apabila nanti terpilih menjadi wakil walikota Cilegon maka percepatan pembangunan harus lebih cepat dilakukan. Dan secara pribadi, saya akan sepenuhnya mewakafkan diri untuk melayani masyarakat dan tidak akan mengkhianati perjuangan masyarakat Kota Cilegon,” ucapnya.
Secara gamblang dalam menyampaikan Visi Misinya, Ratu Ati Marliati terlihat memahami betul kondisi Kota Cilegon saat ini dan terlihat menguasai materi yang disampaikan.
Menurutnya, proses pembangunan di Kota Cilegon memiliki nilai Plus, tergantung bagaimana Nasional menilai tentang pembangunan di Kota Cilegon.
Karena masih kata Ati, dari sekian banyak pembangunan beberapa diantaranya sudah dilakukan dengan sangat baik.
Disambut gemuruh tepuk tangan dari audiens yang hadir, Ratu Ati Marliati juga membeberkan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan di Kota Cilegon
“Adapun untuk pembangunan JLU dan pembangunan Tandon di Kota Cilegon, saat ini hanya menemui kendala dalam pembebasan lahan. Karena dalam pelaksanaanya, rata-rata keinginan masyarakat terkait harga lahan harus sama dengan harga perusahaan, sedangkan kemampuan anggaran Pemkot Cilegon masih minim,” kupasnya.
Meski demikian, lanjut Ati, Pemkot Cilegon sejauh ini sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat.
“Saat ini hanya tinggal bagaimana mendorong Dinas terkait dapat melaksanakan hal tersebut dengan baik,” tambahnya.
Terkait dengan pembangunan Pelabuhan Warnasari, Ati dengan tegas menyatakan, bahwa hal tersebut tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, karena dalam pembangunan tersebut terdapat campur tangan Kementerian Perhubungan dan KSOP Banten.
Sementara itu, Reno Yanuar dalam menyampaikan bahwasanya, Visi Misi bukan hanya sekedar seremonial belaka.
“Visi Misi bukan hanya seremonial dan retorika saja. Namun visi misi tersebut harus dapat dilakukan dengan baik,” ucapnya.
Reno mengaku, apabila dirinya terpilih menjadi Wakil Walikota Cilegon, dirinya mengaku akan berkomitmen akan meminimalisir angka pengangguran di Kota Cilegon.
“Oleh karena itu, dalam meminimalisir angka pengangguran tersebut, kami akan bekerjasama dengan semua industri dan stakeholder di Kota Cilegon. Sebagai solusi untuk meminimalisisr pengangguran di Kota Cilegon hingga mencapai 85 persen,” tandasnya.
Dirinya mengungkapkan, sampai saat ini, pelayanan kesehatan yang dilakukan Pemkot Cilegon, masih belum berjalan secara maksimal.
“Saya berharap semua pihak tidak tebang pilih dalam melayani kesehatan terhadap masysrakat di Kota Cilegon,” tutupnya. (Baehaqi Rizal).
























