TIGARAKSA, (B1) – Pelaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di beberapa sekolah di Kabupaten Tangerang, berjalan sukses, tanpa ada hambatan. Tanpa ada kendala teknis saat UNBK adalah dambaan tiap sekolah.
Dalam aturannya, UNBK memang mewajibkan keberadaan teknisi, sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam mengantisipasi persoalan teknis pada perangkat komputer yang digunakan siswa.
Seperti diungkap teknisi UNBK SMAN 28 Cisauk, Kabupaten Tangerang, Firmansyah, 25. Pria yang sehari-hari bertugas sebagai stap Tata Usaha di sekolah itu, harus terjaga penuh, memastikan setiap perangkat komputer siswa dan server dalam pelaksanaan UNBK berjalan lancar.
“Kamikan menjaga agar pelaksanaan UNBK lancar tanpa kendala, termasuk dari sisi teknis dengan perangkat komputer, sebagai peralatan utama pelaksanaan UN,” ucap dia.
Meski mendadak menjadi teknisi untuk keperluan UNBK, Firmansyah mengaku, memang ahli dan paham betul mengenai detail teknis permasalahan personal computer (PC) yang digunakan siswa.
“Insa Allah, masalah komputer masih mengerti untuk perbaikan-perbaikan kecil, mudah-mudahan juga tidak ada masalah,” ucap dia yang sudah 3 tahun di tugaskan menjadi Teknisi khusus UNBK.
Diterangkan dia, seorang teknisi dalam UNBK itu, bekerja untuk memastikan kesiapan infrastruktur jaringan internet, komputer dan server.
“Sama bertugas juga menangani komputer-komputer yang trobel, itu saja sih tugas kita,” ucapnya.
Tentunya, pelaksanaan UNBK sejak, Senin 1 April kemarin, Ia bersama rekannya yang juga bertugas sebagai staf TU, melakukan pemeriksaan dan percobaan, guna memastikan dengan benar. Setiap perangkat yang digunakan laik dan berjalan tanpa kendala.
“Seminggu sebelum UN kita siapkan, kita periksa kelayakannya, kalau ada yang rusak diperbaiki. Biasanya rusak karena pemakaian saja, karena inikan komputer laboratorium yang memang rutin dipakai KBM (kegiatan belajar mengajar),” ucapnya.
Tentuanya, untuk perbaikan dan pengecekan 114 komputer di tiga ruang labortatorium sekolah, Firmansyah harus rela bekerja hingga larut malam. Bahkan sampai menginap di sekolah.
“Iya menginap sampai berapa hari waktu itu, karena tanggung waktunya. Kalau sudah kerja ditinggal-tinggal jadi repot, ya, lebih baik menginap,” ungkapnya. (Gie).
























