TANGSEL, (B1) – Forum Masjid Musholah BSD dan sekitarnya (FMMB) dan DKM Masjid Baitul Hikmah Nusa Loka BSD, Tangsel, donasikan bantuan untuk Muslim Xinjiang, Cina. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di masjid Baitul Hikmah, Selasa, (5/2/19).
Kegiatan juga diisi dengan acara ‘Sharing Session’ tentang sejarah keberadaan warga masyarakat Provinsi Xinjiang, Cina sejak tahun 1946, oleh Ustad Azzam Mujahid Izzulhaq dari Yayasan AMI Foundation.
Ustad H. Suradi Ketua DKM Masjid Baitul Hikmah Nusa Loka BSD, menyatakan, Ia mengapresiasi kepedulian jamaah FMMB. Penggalangan bantuan melalui kotak amal yang ada di setiap masjid anggota FMMB. Seperti masjid Baitussalam The Green BSD, masjid Al Hakim BSD, masjid Al Aqsha BSD, masjid Asy Syarif/Al Azhar BSD serta masjid Baitul Hikmah Nusa Loka.
“Walau dalam suasana libur nasional seperti saat ini, kami sangat mengapresiasi kehadiran jamaah FMMB dalam rangka menunjukkan kepedulian yang nyata dari para jamaah guna menyisihkan rezekinya untuk membantu Muslim Xinjiang, Cina. Apa yang dilakukan semata-mata dalam rangka menegakkan Fastabul Khairot,” tandasnya.
Hal senada H.Agus Wahyudi mantan Ketua Presidium FMMB periode 2017-2018. Mewakili FMMB, Ia bersyukur jamaah mau mendonasikan rezekinya untuk diberikan kepada saudara-saudaranya Muslim Xinjiang, Cina.
“Bangsa Indonesia saat ini dikenal sebagai bangsa yang memiliki kedermawanan yang sangat tinggi. Walau saat ini kondisi ekonomi kita sedang kurang baik, namun para jamaah FMMB tetap tekun beribadah serta beramal sholeh untuk Muslim Xinjiang, Cina. Alhamdulillah terkumpul donasi sebesar Rp48,5 juta rupiah,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Ustad Azzam Mujahid Izzulhaq, dirinya pergi ke China selama 30 hari beberapa waktu yang lalu, dalam rangka mencari fakta dan kebenaran atas terjadinya pelanggaran HAM di Provinsi Xinjiang.
“Menurut saya benar telah terjadi pelanggaran Hak Asazi Manusia yang sangat besar oleh Pemerintah China daratan terhadap warga masyarakat Provinsi Xinjiang. Pelanggaran HAM tersebut berupa ‘Perlakuan Istimewa’ dalam beribadah yang diberikan Pemerintah Cina kepada warga masyarakatnya di Provinsi Xinjiang. Dalam kasus ini kita perlu membantu sandara-saudara kita Muslim Xinjiang tersebut, dengan cara yang lebih Soft, agar tidak menambah beban dan tekanan yang dialami Muslim Xinjiang oleh Pemerintah Cina,” pungkasnya.
Menurut Ustad Azzam, Pemerintah China daratan memiliki anggapan dan berprinsip, semakin religius seseorang warga negaranya, maka akan semakin berpotensi seseorang tersebut menjadi radikal dan membahayakan keamanan negara. (Btl).
