TANGSEL,(B1) – Forum Masjid Musholah BSD dan sekitarnya (FMMB), berkunjung ke lokasi Kampung Mualaf suku Baduy, di Desa Bojong Menteng, Kampung Cibengkung, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, Senin, (18/2/19).
Chairul Ketua panitia pembangunan kampung Mualaf Baduy mengatakan, kampung mualaf Baduy merupakan pilot projeck dari FMMB yang donasinya dari jamaah. Luas area kampung Mualaf Baduy seluas 2,5 hektar, serta sudah dihuni oleh 20 kepala keluarga.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan lahan, seluas 10 hektar ke lembah yang berada di bawah area perkampungan Mualaf Baduy. Insya Allah lahan akan kami bangun lagi rumah-rumah bagi warga masyarakat suku Baduy yang telah bersyahadat dan memeluk agama Islam,” jelasnya.
Lahan tersebut juga akan dibangun sebagai lahan pertanian untuk bercocok tanam masyarakat suku Baduy yang telah beragama Islam. Serta nantinya kawasan akan dijadikan sebagai obyek wisata religi Muslim suku Baduy.
Ustad H. Suradi mewakili Ketua Presidium FMMB menyatakan FMMB telah berhasil mewujudkan sebuah impian mulia, yaknk membangun perkampungan bagi mualaf suku Baduy.
“Alhamdulillah pada hari ini kita diberi berkesempatan berkunjung ke lokasi lahan perkampungan mualaf suku Baduy ini,” ucapnya.
Ada tiga muatan keshalehan dalam kegiatan ini. Pertama keshalehan spiritual dengan melihat secara langsung kelokasi menambah rasa syukur atas apa yang dikarunia Allah untuk kehidupan hamba Nya. Kedua, keshalehan sosial. Dengan mengoptimalkan potensi komunal yang dimiliki umat Islam melalui wadah FMMB yang beranggotakan lebihdari 70 masjid.
“Seperti penyaluran dana ZIS untuk muallaf Baduy, yang merupakan salah satu asnaf penerima zakat agar mereka istiqomah menjalankan ajaran Islam,” imbuhnya.
Ketiga keshalehan profesional. Selanjutnya, merumuskan rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang secara terstruktur dan sistemik untuk proyek Muallaf Baduy.
Masih menut Ustad Suradi, yang dibutuhkan Mualaf Baduy tidak hanya infrastruktur saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah proses edukasi dan pemberdayaan mereka yang memiliki strong character dan syariah entrepreneur.
“Telah diberikan beberapa alternatif atau pilihan bagi masjid anggota FMMB, saatnya kita memulainya dari yang kecil,” tandasnya.
Sementara Mualim (35), Mualaf suku Baduy mengatakan, dirinya baru satu minggu ini menjadi Mualaf. Namun demikian, sebenarnya Ia sudah lama ingin jadi Mualaf.
“Sebenarnya sejak lama saya ingin menjadi Mualaf mas, tapi saat itu saya dilarang oleh almarhum nenek saya. Setelah nenek saya meninggal, maka saya segera memutuskan untuk menjadi Mualaf. Dan ini berasal dari panggilan hati kecil saya untuk menjadi Mualaf dari dulu,” pungkasnya. (Btl).
























