Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALUncategorized

Begini Penjelasan Panitia Munajat 212 Pasca Acara

×

Begini Penjelasan Panitia Munajat 212 Pasca Acara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

JAKARTA,(B1) – Berkenaan ramainya pemberitaan usai kegiatan malam munajat 212 di Monas, Jakarta, panitia memberikan pernyataan pers nya.

Example 300x600

Habib Idrus Al Habsyi ketua panitia dalam siaran persnya, Sabtu, (23/2/19), menyatakan, selama acara munajat 212 tidak ada laporan dari personil panitia kepada ketua panitia tentang adanya peristiwa yang diperbincangkan. Artinya peristiwa yang terjadi bukan peristiwa yang menempati squel penting dari keseluruhan rangkaian acara, dan bukan bagian dari format atau S.O.P. acara Munajat 212. Demikian Pers rilis yang diterima Bantensa.

Menurutnya, peristiwa yang dikatakan terdapat kekerasan terhadap jurnalis dan dikait-kaitkan dengan ormas FPI, adalah merupakan peristiwa yang bersifat insidental dan terlepas dari S.O.P keseluruhan acara. Dalam S.O.P panitia maupun Laskar Pembela Islam yang merupakan tim pengamanan yang ditunjuk oleh panitia, tidak ada perintah atau anjuran untuk bersikap tegas, apalagi kasar terhadap rekan jurnalis.

“Berdasarkan hasil investigasi dari tim panitia, peristiwa bermula dari adanya seorang pencopet yang mencoba melakukan aksinya terhadap peserta munajat 212. Oleh karenanya tim pengamanan yang terdiri dari Laskar Pembela Islam, bertindak untuk mengamankan si pencopet dan si pencopet membuat kegaduhan sebagai pengalih perhatian massa,” jelasnya.

Sehingga dengan adanya kegaduhan tersebut sebagian massa akhirnya menjadi beralih fokus terhadap titik peristiwa termasuk rekan jurnalis. Di tengah keramaian massa inilah sebagian jurnalis mungkin saja bersinggungan dengan keributan massa yang hadir di titik terjadinya peristiwa.

Di tengah emosi massa terhadap si pencopet, maka suasana massa dalam keadaan emosional, sangat mungkin siapapun akan secara tidak disengaja mengalami benturan dan bentakan, dari sebagian massa yang emosi.

“Kami dari pihak panitia tentu saja sangat menyayangkan dan menyesalkan peristiwa tersebut. Karena suasan do’a dan munajat yang seharusnya khusyuk menjadi terganggu dengan keberadaan para pencopet dan pembuat gaduh tersebut,” tandas Habib.

Habib Idrus Alhabsyi menambahkan, panitia melihat adanya upaya membesar besarkan masalah dan mengalihkan issue. Yaitu dari keberhasilan acara Munajat 212 yang khusyuk dan syahdu, dari upaya umat mengetuk pintu langit mengadu kepada Allah SWT,  Sang penguasa bumi dan langit, menjadi persolaan kekerasan. Juga dijadikan ‘spin issue’ untuk memframing kegiatan Munajat dan FPI sebagai suatu peristiwa yang negatif.

“Kami selaku panitia melihat bahwa adanya upaya yang sistematis untuk melakukan ‘labeling dan framing’ oleh gerakan anti Islam yang ditujukan untuk mengalihkan dan membelokkan kegiatan do’a dan munajat, sebagai peristiwa yang terkait erat dengan kekerasan,” tegasnya.

Labeling dan framing yang dilakukan terhadap kegiatan Do’a dan Munajat adalah merupakan kejahatan terhadap akal sehat dan intelektualisme.

“Kami selaku panitia menyerukan kepada umat Islam dan rakyat Indonesia untuk ‘TIDAK’ termakan dengan pengalihan issue dan penonjolan squel kecil peristiwa pencopetan dalam acara do’a dan Munajat pada Kamis malam jumat (212) yang lalu. Urusan proses hukum pidana yang akan dijadikan pintu masuk menggoreng issue tersebut, harus dijalankan sebagai proses hukum yang adil, dan bukan upaya untuk menzhalimi panitia atau personil panitia,” pungkasnya. (les).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post