Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TANGERANG RAYAUncategorized

Warga Cluster Jessica 3 Panongan Peduli Korban Tsunami

×

Warga Cluster Jessica 3 Panongan Peduli Korban Tsunami

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

PANDEGLANG, (B1) – Bencana tsunami yang menerjang sebagian wilayah Provinsi Banten dan Lampung, menjadi keprihatinan bagi seluruh kalangan, mereka datang berbondong-bondong kewilayah tersebut dengan harapan dapat meringankan beban para korban bencana.

Example 300x600

Termasuk warga dari Perumahan Cluster Jessica 3 yang berada di RT08/05, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. Atas dasar panggilan kemanusiaan, perumahan yang dihuni oleh 115 Kepala Keluarga ini menggalangkan bantuan dan didistribusikan langsung.

“Kami semua (warga cluster Jessica-red) terpanggil dan berharapan untuk dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban bencana, tentunya dengan turun langsung,” kata Ketua rombongan penyerahan bantuan Saepudin (44), Selasa (1/1/19).

Menurut Saepudin, untuk memastikan bantuannya tepat sasaran kepada yang membutuhkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah posko penanggulangan dibeberapa titik terdampak bencana, untuk memberikan bantuan bantuan berupa 800 kilogram Beras, 300 dus mie instan, 30 kaleng susu balita beserta popok, pakaian layak pakai dan belasan matras tidur.

“Kita sudah ada beberapa beberapa titik posko bencana dan masih kekurangan bantuan, mengingat kebutuhan pengungsi itu bukan hanya makanan tapi bahan kebutuhan sehari-hari,” terang Saepudin.

Disisi lain, Saepudin yang ditemani puluhan warga Cluster Jessica ini berharap, kedepannya peristiwa seperti ini tidak terulang lagi dan dapat diantisipasi lebih dini, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Ini pembelajaran bagi kita semua, khususnya pemerintah pusat dan daerah. Untuk kedepannya, warga diberikan pemahaman dan edukasi tentang tsunami, serta peningkatan teknologi deteksi dini gelombang tsunami agar bisa menghindari korban jiwa,” tutup Saepudin.

Diketahui, Provinsi Banten menetapkan masa tanggap darurat bencana akibat tsunami Selat Sunda per Kamis (27/12/18) hungga Rabu (9/1/2019). Gubernur Banten, Wahidin Halim menyampaikan masa tanggap darurat itu lewat keterangan tertulis dengan mempertimbangkan dua keputusan Pemda Pandeglang dan Kabupaten Serang yang telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda.

“Tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda mulai Kamis (27/12) sampai 9 Januari 2019,” kata Wahidin. (Gie).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post