TANGERANG,(B1) – Beredarnya tabloid Indonesia Barokah di Kota Tangerang, yang lebih banyak berisi informasi negative bagi pasangan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi, membuat ketua Fraksi Partai Gerindra Kota Tangerang, H.Turidi, angkat bicara. Ia meminta Bawaslu dan Polres mengusut penyebaran tabloid ini.
H. Turidi mengatakan, dirinya sangat geram dan prihatin dengan perilaku “sampah” dan kampungan oleh adanya penyebaran tabloid tersebut. Karena menurutnya tabloid Indonesia Barokah adalah tabloid hoax atau ‘sampah’ yang sudah mencederai Demokrasi Indonesia, bahkan dunia media.
“Partai Gerindra sangat prihatin dengan adanya kejadian ini. Karena tabloid tersebut berisikan berita hoax dan sampah yang menyudutkan pasangan Capres Prabowo- Sandi. Penyebaran tabloid tersebut sudah mencederai demokrasi Indonesia,” terang H. Turidi.
Lebih lanjut H. Turidi meminta, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dan Polres Metro Kota Tangerang, segera mengungkap kasus ini dan menyelesaikannya dengan tegas.
Bawaslu harus bekerja keras untuk mengungkap siapa dalang dari pembuat dan pengedar tabloid Indonesia Barokah dan hoax itu.
“Kami minta Bawaslu dan Polres Metro Kota Tangerang, untuk mengusut tuntas siapa dalangnya penyebaran tabloid itu tersebut sampai ke akar-akarnya. Tangkap dan hukum pelakunya untuk pembelajaran kepada masyarakat, bagaimana berperilaku demokrasi yang baik, santun dan bertanggung jawab,” tegas H.Turidi.
Diketahui sebelumnya, Tabloid Indonesia Barokah ditemukan di wilayah Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang yang sudah dilaporkan ke Bawaslu Kota Tangerang pada (23/1/19). Bahkan, Bawaslu kembali menemukan 150 tabloid Indonesia Barokah siap kirim dan siap edar saat sidak di Kantor Pos Cabang Kota Tangerang.
“150 tabloid Indonesia Barokah yang ditemukan di Kantor Pos Cabang Kota Tangerang telah kami tahan agar tidak kembali beredar dan dijadikan barang bukti untuk dilaporkan kepada pihak yang berwajib,” tandasnya.
Ia menghimbau kepada warga Kota Tangerang agar tidak mudah terprovokasi dan terhasut dengan berita Hoax dan Sampah yang ada dalam tabloid tersebut. Yang memang sengaja dilakukan dalam situasi politik menjelang Pilpres (Pemilihan Presiden) ini. Masyarakat Indonesia sudah sangat cerdas, Insya Allah dengan kasus kampanye hitam seperti ini.
“Rakyat Indonesia malah akan semakin kuat dan bersimpati kepada Capres Prabowo-Sandi sampai ke akar rumput. Karena rakyat Indonesia paling tidak suka melihat orang baik di zholimi,” pungkasnya. (Btl).
























