CILEGON, (B1) – Ketua PB Al-Khairiyah Ali Mujahidin akrab disapa Mumu, instruksikan pengurus cabang rapihkan urusan administrasi. Hal itu ditegaskannya, usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II, Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, 18-19 Januari 2019, di gedung Al Khairiyah.
Dikatakannya, Al Khairiyah kini sudah menjadi ormas nasional. Oleh karena itu Mumu mengintruksikan kepada seluruh cabang Al-Khairiyah yang tersebar di berbagai daerah, untuk secepatnya menyelesaikan masalah administrasi di wilayahnya masing-masing. Yakni dengan mendaftarkan Ormas Al-Khairiyah ke pemerintahan setempat.
“Sementara kita intruksikan agar kawan-kawan yang ada di daerah mendaftarkan diri ke Kesbang. Hal ini tentu harus dilakukan, agar kami bisa bergerak secara optimal dan tujuannya tentu saja untuk kemaslahatan Al-Khairiyah sendiri,” jelasnya.
Rakernas dihadiri masyarakat dan pengurus di 600 lebih cabang Al Khairiyah se Indonesia. Rakernad mengusung tema ‘Menjaga Keutuhan dan Memajukan Bangsa dalam Bingkai NKRI dengan Spirit Ummatan Wasathon’.
Mumu menambahkan, Rakernas merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun dan sifatnya wajib. Sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) Al-Khairiyah.
“Rakernas ini sifatnya wajib. Di dalamnya akan dilaksanakan perencanaan, pembahasan, dan juga evaluasi mengenai program kerja, dan juga akan melahirkan beberapa rekomendasi di beberapa bidang seperti politik, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya, baik internal maupun eksternal,” ucap pria yang akrab disapa Mumu.
Pihaknya berharap, melalui Rakernas II, keberadaan Ormas Al-Khairiyah tidak lagi tertinggal oleh ormas lainnya.
“Paling tidak kita terus bergerak, supaya lebih luas dan lebih besar lagi untuk bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan juga ummat, serta memberikan manfaat terhadap bangsa dan negara,” tandasnya.
Di usianya yang ke-93, Rakernas II juga akan diisi dengan berbagai agenda seperti diskusi, bedah buku, dan seminar.
Salah satu tema yang akan diangkat dalam kegiatan diskusi yakni tentang munculnya fenomena hoax saat ini. (Baehaqi Rizal).
























