TANGSEL,(B1) – Jamaah, majelis Taklim dan pengurus DKM masjid Jabal Nur, cluster Harmonia, Villa Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) selenggarakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriah. Tema kali ini, “Mari tingkatkan kualitas iman dan akhlaq yang terbaik dimanapun kita berada, dengan mengikuti suri tauladan Nabi Besar Muhammad SAW, Sabtu (8/12/18).
Sebelum acara dimulai ratusan jamaah, majelis taklim serta anak-anak yang hadir melantunan sholawat Nabi serta pujian kepada Baginda Rasul Nabi Besar Muhammad SAW yang dipanjatkan beriringan dengan tabuhan rebana oleh kelompok ibu-ibu pengajian majelis Taklim Masjid Jabal Nur, Villa Pamulang.
Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tersebut dihadir oleh Lurah Pondok Benda yang baru Udin Saad serta Camat Pamulang Deden Djuardi yang diwakili oleh Misar serta para tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tersebut, DKM masjid Jabal Nur menghadirkan Ustad Aan Maharani, SQ sebagai penceramah serta Ustaf Harun Arrosid sebagai Qori pembaca Al Qur’an.
H. Ali Akbar selaku ketua DKM Masjid Jabal Nur, saat dikonfirmasi dilokasi acara mengatakan, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 Hijriah ini merupakan bagian dari peringatan kegiatan hari besar Islam yang rutin dilakukan di Masjid Jabal Nur. Dengan harapkan, warga Villa Pamulang umumnya dan warga cluster sekitar dapat mengambil hikmah atas peristiwa besar tersebut.
“Ini kegiatan rutin yang dilakukan, tahun ini tema maulidnya mengikuti suri tauladan Nabi Muhammad SAW,” terang H. Ali Akbar.
Ditambahkan oleh H. Ali, suri tauladan yang diajarkan oleh Rosulullah SAW, tak hanya saat beribadah kepada Allah SWT saja, tapi juga ketika Rosul membangun adab kesantunan dalam bersilaturahmi kepada semua golongan.
“Suri tauladan itu bukan hanya saat beribadah langsung kepada Allah SWT saja, tapi juga dengan membina hubungan yang baik kepada manusia,” tandasnya.
Sementara, Ustad Aan Maharani selaku penceramah yang mengisi acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, dalam ceramahnya menyampaikan pesan kepada para jamaah yang hadir bahwa, menggelar Maulid Nabi adalah bukti kecintaan yang ditunjukkan ummat Islam atas hari kelahiran junjunganbya Nabi Besar Muhammad SAW sebagai pemimpinnya, yaitu baginda Rosul.
“Rosul Muhammad SAW itu dilahirkan pada hari Senin, itulah mengapa beliau rutin berpuasa Senin dan Kamis. Saat sahabat bertanya mengapa engkau selalu berpuasa pada Senin dan Kamis ya Rosul ?, Rosul menjawab, karena hari Senin adalah hari kelahiranku, maka aku merayakannya dengan berpuasa,” ungkapnya.
Menurut Ustad Aan, ada 3 hal yang dapat dipetik dari peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Pertama, meningkatkan Mahabbah kecintaan kepada Rosul, kedua menambah amal ibadah, dan ketiga makin menguatkan aqidah ke islaman.
“Tiga hal itu yang bisa kita rasakan dengan menggelar maulid ini. Jadi jangan dikatakan sesat, jangan dikatakan bid’ah, karena ini nilainya kebaikan, menambah kecintaan kita kepada rosul sebagai utusan Allah SWT,” pungkasnya.(Btl).
























