Oleh: Subandi Musbah
Saya tidak mengerti, apa karena pemda kurang berwibawa atau pengusaha yang sudah main mata? Kalau begini, masyarakat bisa curiga, jangan-jangan ada yang nakal. Boleh jadi beredar upeti besar.
3 hari yang lalu (14/12/18), Bupati Tangerang melakukan sidak, memastikan perbup yang ditandatanganinya berjalan atau tidak. Sekarang, Senin, 17 Desember 2018, tepat pukul 13.40 beberapa mobil melaju dengan tanpa rasa takut. Munjul arah Tigaraksa sangat pengap dengan kehadiran kuda besi super besar.
Barangkali, ini kado terpahit HUT Kabupaten Tangerang. Bupati terkesan, mohon maaf, “dipermalukan” anak buahnya. Saya berharap ada tindakan luar biasa, memanggil SKPD terkait, seraya memberi sanksi bagi yang tidak optimal.
Orang nomor 1 di kabupaten Tangerang, saya kira, harus juga memanggil para pengusaha (pemilik tanah, mobil, dan pengembang) untuk memastikan bahwa aturan tersebut tidak dilanggar. Pemda jangan mundur melawan pemilik modal. Ini berkaitan dengan ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan warga.
Negara dalam hal ini diwakili pemda, tidak boleh kalah oleh para cukong, apapun alasannya, pemkab Tangerang jangan tunduk, jika ada oknum yang bermain, saya kira tinggal di”staf ahli”kan. Kecuali kalau tidak ada keberanian. Selesai sudah urusan. Saatnya Ahmed Zaki Iskandar berbuat nyata. Atau tidak sama sekali.
Camat-camat, ah sudah lah, jangan bikin hoaxs, belum tentu, dulunya, mereka menerima amplop, sehingga sekarang diam membisu. Tidak boleh menduga, khawatir salah. Mungkin camat sedang sibuk tanda tangan AJB atau ngomongin proyek 2019. Lupa kalau Bupati sedang pening.
Galian C itu jangan-jangan melanggar aturan juga, yang sampai saat ini tidak ditindak. Hmm, tidak boleh kemana-mana. Jangan tambah bikin pusing. Nampaknya memang ada banyak kesahan yang terlanjur membeku dan diam-diam dianggap benar. Sssst, sudah-sudah, jangan ngelantur. (***).
– Penulis adalah Ketua Alumni Sekolah Demokrasi.
– Direktur Konsultasi Publik
























