TANGERANG, (B1) – Anggota DPRD Kota Tangerang, temui perwakilan Paguyuban Pengemudi Jasa Transportasi Kota Tangerang. Perwakilan paguyuban ditemui Ketua Komisi IV Turidi Susanto, di ruang Bamus, Kamis, (4/11/18).
Saat menerima perwakilan paguyuban Turidi menyatakan, pihaknya menerima dan mendengarkan apa yang dikeluhkan pengemudi angkutan. Pengemudi menyampaikan beberapa poin terutama berkaitan dengan kendala teknis di lapangan.
“Kita akan panggil dinas terkait, untuk mempertanyakan persoalan ini. Kita akan undang juga perwakilan Organisasi Angkutan Daerah (Organda),” ujar Turidi usai pertemuan.
Turidi menerangkan, tuntuntan pengemudi salah satunya ingin sementara waktu operasional BRT dihentikan, hingga persoalan selesai.
“Tapi nampaknya tidak mudah. Nanti kita panggil semua yang terkait dan hasilnya akan kita analisa. Jangan sampai ambil keputusan yang hasilnya akan merugikan kedua belah pihak. Intinya hari ini aspirasinya akan kita tampung, dan nanti kita akan panggil yang terkait agar semuanya jelas dan ada solusinya, ” jelasnya.
Ditambahkan, analisa yang dimaksud misalnya, jangan sampai kebijakan pemerintah hasilnya tidak maksimal dan merugikan. Kemungkinan, DPRD akan memberi masukan ke Dishub Kota Tangerang, untuk menghentikan sementara pengoperasian BRT.
Terkait kemungkinan angkot di ‘merger’ menjadi bus, juga memerlukan kajian mendala. Kajian tentunya harus meyeluruh dan berapa banyak bus yang mampu operasionalkan.
“Semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik. Namun kita harus audensi lebih banyak dengan pihak terkait,” tandasnya.
Turidi menambahkan, bila nanti DPRD menemui ada yang menyalahi aturanatau keberpihakan, pihaknya tidak segan-segan akan mengusulkan penyetopan rute BRT yang diprotes. Pasalnya, kedatangan pengemudi dalam paguyuban, tentunya mempunyai dasar kuat, hingga melakukan protes ke Puspemkot Tangerang.
“Kalau nanti memang ternyata tidak maksimal dan banyak persoalan, saya kira BRT untuk sementara bisa dihentikan dulu. Kita berharap persoalan ini bisa menjembatani kepentingan masyarakat, khsusnya pengemudi,” pungkasnya.
Sementara, salah satu pengemudi Jauhari, mengucapkan terima kasih atas kesedian anggota DPRD Kota Tangerang, mau menemui mereka. Namun demikian Ia berharap apa yang telah diungkapkan, pengemudi, dapat diperjuangkan maksimal oleh wakil rakyat.
“Semoga, pertemuan tadi ada manfaatnya. Jangan sapai, anggota dewan nanti kalau sudah lama, lupa lagi. Karena kami merasa, sekarang pengemudi sudah banyak sekali saingan. Selain, ojek online dan sekrang ada BRT,” ucapnya. (Adv).
























