TANGSEL,(B1) – Panitia deklarasi kebangsaan di kampung Jati, Buaran, Tangsel, tuding ada intimidasi terhadap lurah dan para Ketua RT/RW di daerah Buaran, Kota Tangerang Selatan. Sehingga akhirnya mereka menolak pelaksanaan acara yang akan digelar, Minggu (23/9/18).
“Sebelumnya para Ketua RT/RW mendukung acara penyampaian aspirasi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dalam acara Deklarasi Kebangsaan. Namun setelah mereka beberapa kali dipanggil aparat, mereka akhirnya menandatangani penolakan acara tersebut,” kata tokoh masyarakat Buaran, Julham Firdaus.
Kata Julham, tadi malam para Ketua RT dan RW kembali dipanggil aparat. Mereka didampingi oleh Jurham yang juga Ketua Bamus Tangsel, organisasi tempat berhimpunnya sejumlah Ormas di Tangsel.
“Mereka terus ditekan aparat, padahal, sebelumnya aparat sudah berjanji akan mendukung acara deklarasi kebangsaan, asal waktunya dimundurkan dari semula tanggal 16 September menjadi 23 September 2018. Kita mengalah, sekarang aparat meminta kita untuk membatalkan acara tersebut dengan alasan macam-macam ,” tambah Suparman, koordinator lapangan aksi deklarasi kebangsaan.
Sepanjang pemantauan Sabtu, (22/8/19), sejumlah aarat baik yang berseragam maupun berpakaian sipil, sudah berjaga-jaga di lokasi acara deklarasi kebangsaan di lapangan sepak bola, Kampung Jati, Buaran.
Padahal diungkapkannya, dalam beberapa kali pertemuan dengan aparat, petugas menyatakan, tidak ada satupun aturan yang dilanggar dengan rencana deklarasi kebangsaan. (Btl).
