Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BISNISTANGERANG RAYAUncategorized

Inilah Dirut dan Direksi Garuda Indonesia Hasil RUPSLB 2018

×

Inilah Dirut dan Direksi Garuda Indonesia Hasil RUPSLB 2018

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (Garuda), laksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Cengkareng, Rabu, (12/9/18). Hasilnya, pergantian Direktur Utama ( Dirut) Garuda.

Example 300x600

RUPSLB dihadiri/diwakili oleh pemegang 223.202.122.369 lembar saham atau 89.6 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia.

RUPSLB 2018, menyetujui penunjukan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra  sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru menggantikan Pahala N. Mansury, yang menjabat sejak April 2017. RUPSLB 2018 juga memberhentikan dengan hormat Pahala N. Mansury sebagai Direktur Utama.

Selain itu RUPSLB 2018 juga memberhentikan dengan hormat Jusman Sfafii Djamal sebagai Komisaris Utama dan menunjuk Agus Santoso sebagai Komisaris Utama/ Independen Garuda Indonesia yang baru.

RUPSLB juga telah menunjuk jajaran direksi baru Garuda Indonesia pada beberapa posisi dari yang sebelumnya terdiri dari:

Direktur Utama : Pahala N. Mansury
Direktur Niaga Domestik : Nina Sulistyowati
Direktur Niaga Internasional & Kargo : Sigit Muhartono
Direktur Keuangan
& Manajemen Resiko : Helmy Satriyono
Direktur SDM & Umum : Linggarsari Suharso
Direktur Operasi : Capt. Triyanto Moeharsono
Direktur Teknik : I Wayan Susena
Direktur Layanan : Nicodemus Panarung Lampe
Menjadi :
Direktur Utama : I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
Direktur Niaga : Pikri Ilham Kurniansyah
Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Muhammad Iqbal
Direktur Keuangan &
Manajemen Resiko : Fuad Rizal
Direktur Human Capital : Heri Akhyar
Direktur Operasi : Bambang Adisurya Angkasa
Direktur Teknik : I Wayan Susena
Direktur Layanan : Nicodemus Panarung Lampe

RUPSLB ini juga merubah susunan Komisaris yang sebelumnya terdiri dari:
Komisaris Utama & Independen : Jusman Syafii Djamal
Komisaris Independen : Hasan M. Soejono
Komisaris Independen : Herbert Timbo P. Siahaan
Komisaris : Muzaffar Ismail
Komisaris : Doni Oskaria
Komisaris : Chairal Tanjung
Komisaris : Luky Alfirman

Menjadi :
Komisaris Utama / Independen : Agus Santoso.

Adapun secara keseluruhan RUPSLB PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengagendakan hal-hal sebagai berikut:
Laporan Kinerja Perseroan Semester I Tahun.

Laporan  Perkembangan  Rencana  Transaksi Penerbitan  Obligasi  Global  dan  Pendanaan Perseroan Tahun 2018;
Perubahan Pengurus Perseroan;
Dalam rangka memperkuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia bersama jajaran anak perusahaan diawal tahun 2018 mencanangkan strategi bisnis jangka panjang bertajuk Garuda Indonesia Group (Sky Beyond 3.5) – yang akan menjadi value-driven aviation group dengan valuation Garuda Indonesia group sebesar USD 3.5 Milyar pada tahun 2020.

Pada H1 (First Half) / 2018 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berhasil membukukan operating revenue sebesar USD 1.9 miliar dengan pertumbuhan sebesar 5.9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 1.8 miliar.

Pada H1/2018 Garuda Indonesia mencatatkan peningkatkan jumlah passenger carried sebesar 8.3 persen dengan angkutan penumpang sebanyak 18.7 juta penumpang. Sementara itu, kargo yang diangkut juga meningkat sebesar 2.7 persen menjadi 225 ribu ton. OTP Garuda Indonesia sebagai mainbrand mencapai 89 persen atau meningkat dibandingkan catatan capaian OTP pada periode yang sama di tahun lalu sebesar 85.8 persen. Hal tersebut turut diikuti juga oleh peningkatan aircraft utilization dari 9:26 jam menjadi 9:40 jam.

Pertumbuhan positif pada H1-2018 ini juga ditunjang oleh capaian peningkatan pendapatan anak usaha (subsidiaries & strategic business unit) sebesar 28.4 persen. Selain itu, perseroan juga secara konsisten terus meningkatkan capaian pendapatan kargo yang pada H1/2018 ini tumbuh sebesar 7.6 persen menjadi USD 124.5 juta.

Sejalan dengan strategi pengembangan diferensiasi model bisnis maskapai, pada H1/2018 perseroan juga mencatatkan peningkatkan pendapatan ancillary revenue sebesar 27.5 persen menjadi USD 46.3 juta dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu melalui upaya Garuda Indonesia Group dalam memaksimalkan potensi pasar low cost carrier (LCC), Citilink berhasil mencatatkan pertumbuhan penumpang hingga 25.6 persen menjadi 7 juta penumpang pada H1/2018, meningkat cukup signifikan dari angkutan penumpang pada H1/2017 sebesar 5.6 juta penumpang.

Sepanjang H1/2018 perseroan juga mengembangkan jaringan penerbangan dengan membuka sejumlah rute baru yang diantaranya adalah rute Denpasar Xian, Denpasar Zhengzhou, Makassar  Palembang, Jakarta Sorong hingga Mumbai Denpasar. Dengan demikian saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan ke lebih dari 90 destinasi terdiri dari 22 destinasi internasional dan 68 destinasi domestik.

Saat ini Garuda Indonesia berhasil menorehkan serangkaian pencapaian international antara lain penghargaan SkyTrax untuk The Worlds Best Cabin Crew, 5 Star Airline, Top 10 Airline dari Skytrax dan Top Airline Asia Pasific & “World’s Best Economy Class” dari Trip Advisor. (les/pudin).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post