Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
SENI BUDAYATANGERANG RAYAUncategorized

Ananta Hadiri Pagelaran Wayang Kulit, Malam 1 Suro

×

Ananta Hadiri Pagelaran Wayang Kulit, Malam 1 Suro

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – Anggota DPRD provinsi Banten Ananta dan Yeremia, hadiri pagelaran wayang kulit di Kecamatan Larangan, Senin, (10/9/18) malam. Pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Khayangan, digelar dalam peringatan Tahun baru 1 Muharam 1440 Hijriah atau dalam tradisi Jawa dikenal dengan malam 1 Suro.

Example 300x600

Diceritakan, lakon Semar Mbangun Khayangan, merupakan cerita tentang upaya Semar dalam menciptakan atau mengajarkan tentang surga atau kebahagian kepada manusia, dengan memperbaiki hati sanubarinya.

Lakon ini, memberikan gambaran bahwa khayangan atau surga bukan hanya ada setelah manusia masuk kedalam kubur, tapi juga ketika manusia masih hidup namun dengan syarat sanubari yang bersih.

Lakon dibawakan langsung oleh dua dalang yaitu Ki Suparwo dan Ki Sukardi dalang dari Pacitan Jateng.

Menurut, Ki Dalang Suparwo bahwa setiap manusia sejak dalam kandungan seharusnya sudah didik tentang hati sanubari yang baik. Melalui prilaku baik orang tuanya selama mengandung.

“Setelah lahir manusia juga dididik untuk memperbaiki sanubari baik melalui orangtua maupun sekolah. Hal inilah yang coba digambarkan oleh Semar dalam lakon cerita ini,” katanya

Sementara, Tugiran sesepuh sanggar Astari Cipto Budoyo mengatakan pihaknya sengaja membuat tontonan wayang kulit denga Lakon Semar Mbangun Khayangan dalam memperingati malam 1 suro dengan harapan dapat mempertahankan kebudayaan leluhur.

“Kami sebagai penggerak kebudayaan jawa tentunya sangat senang dapat menggelar wayang kulit semalam suntuk ini. Sehingga nilai-nilai budaya dapat disebarkan melalui cerita wayang ,” katanya.

Tugiran menambahkan, pihaknya merupakan satu-satunya sanggar budaya jawa yang ada di Kecamatan Larangan. Biasanya pihaknya sering mengisi kegiatan-kegiatan sosial dan hajatan.

“Harapan kami, kegiatan malam kebudayaan satu suro seperti ini dapat berlangsung setiap tahunnya. Sehingga masyarakat juga dapat mengetahui selain perayaan hijriah ada juga perayaan suroan,” tandasnya.

Ananta Wahana, Anggota DPRD Provinsi Banten mengatakan, pihaknya mengapresiasi pagelaran budaya dalam peringatan malam satu suro tersebut. Menurutnya, wayang kulit merupakan salat satu kebudayaan nasional yang perlu dilestarikan.

“Semar Mbangun Khayangan merupakan lakon yang tepat untuk diambil pelajaran menjelang kontestasi Pemilu. Dari cerita ini kita harus memilih wakil rakyat yang memiliki pandangan pembangunan berdasarkan hati nurani yang bersih,”tuturnya.

Ananta menambahkan, karena pemimpin yang memiliki hati sanubari yang bersih sajalah, yang dapat memberikan kebahagian dan kesejahteraan bagi masyakat.

“Harapan saya, peringatan seperti ini jangan hanya diisi oleh kegiatan yang sifatnya hanya tontonan saja, tapi juga dapat menjadi tontonan dan tuntunan bagi masyarakat dan pemimpin,” pungkasnya. (les).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post