TIGARAKSA, (B1) – Kesbangpol Kabupaten Tangerang bersama ormas dan mahasiswa ikuti diskusi dan penyuluhan pengembangan berbudaya dalam berpolitik, bagi generasi muda. Tema yang diambil “Generasi muda mengembangkan kesadaran politik meningkatkan peran aktif dan partisipasi” di Tigaraksa, Rabu (29/8/18).
Akhmad Hidayat Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang mengatakan, peranan Kesbangpol dalam melaksanakan tugas tidak seperti binamarga. Kesbangpol punya fungsi yang sangat luas. Karena dinamika politik sangat luar biasa, diharapkan mampu membangun karakter pemuda dan agar terjalin persatuan dan kesatuan.
” Tidak bisa dipungkiri pengaruh politik yang negatif, harus ditanggulangi bersama. Seperti dari pengaruh politik hoax, faham radikal atau pengaruh negative lainnya, agar bisa ditangkal bersama,” tandasnya.
Karena semangatnya kepemudaan inilah, akan dimunculkan kegiatan pembinaan kepada generasi muda, dengan tema “Generasi muda mengembangkan kesadaran politik untuk meningkatkan kan peran aktif dan partisipatif”.
Lanjut Ahmad Hidayat, pendidikan politik perlu dilakukan untuk menanamkan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Dengan demikian partisipasi politik diharapkan akan dapat ditingkatkan. Terlebih lagi tahapan pemilu 2019 sudah dimulai,” imbuhnya.
Partisipasi politik masyarakat sangat diharap yang tinggi, untuk mencapai legitimasi yang lebih baik. Legitimasi tersebut tentu saja akan mampu mendukung proses jalannya pemerintahan yang efektif.
Semoga generasi muda mampu membangun wawasan, norma, etika moral dan menegakkan aturan dan karakter individu, dalam lingkungannya sesuai asas Pancasila.
Kabid Fasilitasi Pembinaan Politik Kesbangpol Provinsi Banten Gustiawan mengatakan, generasi muda harus mendapatkan pendidikan politik yang cerdas. Apalagi sebentar lagi akan menghadapi pemilu 2019.
Agar pemilu 2019 lebih baik, generasi muda agar aktif lagi menggunakan hak pilihnya. Karena selama tidak lebih sekitar 70 persen yang gunakan hak pilihnya.
Gustiawan berharap, semoga para pemuda menggunakan hak pilihnya dalam menentukan pemimpin di pemilu nanti. Selain itu para pemuda harus berpikir cerdas dalam menentukan pilihan.
“Berfokir cerdas itu misal melihat track recordnya si calon pemimpin. Contohnya jangan gara-gara money politik, seperti diberi uang Rp50 ribu lalu kita miskin selama 5 tahun,” pungkasnya. (pudin).
























