TANGERANG, (B1) – Rasa gembira dan senang nampak terpancar di wajah narapidana atau warga binaan pemasyarakatan yang berada di Rutan kelas I Tangerang. Seperti tampak pada, Muhamadou Drammeh (51) WNA asal Nigeria yang ikut merayakannya.
Meski kali ini Ia harus merayakan hari raya di dalam rutan namun, hal itu tak membuatnya sedih atau berkecil hati. Bahkan, Ia mengaku merasakan kegembiraan saat merayakan Idul Adha dengan ribuan warga binaan lainnya dan para petugas rutan.
Pria yang tersandung kasus pemalsuan dokumen ini bahkan, dengan semangat membantu proses penyembelihan yang dilakukan para petugas pemotongan hewan kurban. Dengan baju ala Koko berwarna orange, Ia langsung sigap memegang tali dan kaki dari sapi, untuk dilakukan penyembelihan.
“Saya senang, walaupun sedih karena jauh dari keluarga saya tapi, saya senang. Saya bisa bantu potong sapi,” ucapnya, Rabu (22/8/18).
Sepintas Ia ceritakan, budaya negara asalnya dalam merayakan hari Raya Idul Adha agak berbeda dengan Indonesia. Hal itu dikatakanbya, menjadi sesuatu yang baru dan kesenangan tersendiri.
“Kalau di sana (Nigeria) tidak begini. Udai ibadah kita bertemu keluarga, lalu mengucapkan Barka Da Salla kemudian makan makan, sudah. Tapi, di sini ramai, seru,” ujar warga binaan yang baru dua minggu ini.
“Saya juga mau ikut bersih-bersih dan siapin makanan. Di sini baik semua,” kata Muhamadou.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Dedy Cahyadi berharap, meski plwarga binaan berada dalam tahanan, tetap juga bisa merasakan hari raya, seperti masyarakat lainnya.
Sebelumnya, sekutar pukul 07.00 WIB sekitar 1000 narapidana melaksanakan salat Idul Adha, yang digelar di Lapangan Rutan kelas I Tangerang. (san).
























