Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAUncategorized

DPD PDI Perjuangan Banten Upacara Bendera HUT RI 73

×

DPD PDI Perjuangan Banten Upacara Bendera HUT RI 73

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – PDI Perjuangan Provinsi Banten, laksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di sekretariat DPD Banten. Kegiatan dalam rangka HUT RI ke 73 tahun 2018, di lakukan di sekretariat DPD Banten, Jumat, (17/8/18).

Example 300x600

Bertindak selaku inspektur upacara Ananta Wahana. Pada kesempatan itu Ananta mengatakan, upacara
diikuti dari DPC Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, dan Kota Serang serta Kota Cilegon. Tampak pula fungsionaris DPD dan para Caleg DPRD Provinsi Banten untuk.

“Tadi kita mulai sekitar 09.00 wib dan selesai pukul 10.00 wib. Setelah itu dilanjutkan perlombaan diantaranya makan krupuk, balap karung, dan lainnya yang bersifat kerja sama dan gotong royong,” kata Ananta, usai acara.

Dikatakan, saat upacara, Ia membacakan amanat dari Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristyanto. Dalam amanatnya Hasto menekankan beberapa point diantaranya, pertama, Indonesia lahir sebagai bangsa pejuang, bangsa peopor, bangsa yang memiliki harga diri dan kebanggaan sebagai bangsa.

“Untuk itulah, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia kita rayakan dengan penuh khidmat, penuh dengan semangat nasionalisme yang berkobar-kobar,” ucapa Ananta, kutip pesan Hasto.

Kedua, diingatkan oleh apa yang disampaikan BK sebelum membacakan teks Proklamasi 17 Agustus 1945, ”bahwa kini tiba saatnya bagi kita untuk berani meletakkan nasib bangsa, ditangan kita sendiri. Sebab, hanya bangsa yang berani meletakkan nasibnya ditangan kita sendiri, akan berdiri dengan kuatnya,” Inilah semangat bangsa pejuang, bangsa yang seharunya tidak pernah menyerah dengan bangsa lain.

Ketiga, sejarah bangsa Indonesia, berdiri di atas nilai-nilai budi pekerti yang kokoh. Bayangkan, pada abad VII sudah berdiri candi di Dieng, abad 8 di Borobudur dengan tingkat peradaban yg begitu hebat, menjadi masterpiece pada masanya. Pada awal kemerdekaan, Indonesia mampu melahirkan gagasan-gagasan besar “masyarakat Indonesia yang adil dan makmur”.

“Kita pun mewarisi keseluruhan kontemplasi pemikiran BK tentang Indonesia Raya. Krn semua di dedikasikan utk bangsa dan negara. Hasilnya, pada tahun 1955 kita mjd bangsa pelopor; bangsa pemimpin diantara bangsa-bangsa di Asia Afrika. Pada periode itu, kita begitu aktif mewarnai konstelasi politik dunia melalui politik luar negeri bebas aktif,” kata Ananta lagi, kutip amanat Hasto.

Lanjut Ananada tahun 2014 yang lalu, kondisi bangsa dan negara Indonesia terpuruk. Nyaris tidak ada yang kita banggakan kecuali warisan proyek marak Hambalang dan lainnya. Indonesia menghadapi tiga persoalan besar, pertama: melunturnya martabat dan kehormatan bangsa. Kedua, melemahnya sendi perekonomian nasional, dan ketika, intoleransi dan krisis kepribadian.

Di tengah problem utama itu, sejarah mencatat bagaimana tangan dingin kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri, mampu melahirkan sosok pemimpin baru. Pemimpin yang tumbuh dari bawah, bukan pemimpin yang dikarbiy oleh ambisi bapaknya. Pemimpin yang muncul dari keberhasilan dari bawah, pemimpin dari rakyat itu sendiri, pemimpin itu adalah
ah Ir. Jokowi.

Presiden Jokowi menggelorakan kebangkitan bangsa merdeka. Trisakti menjadi jawaban. Trisakti menjadi jalan pembumian Pancasila. Di bawah pemerintahan Jokowi, perbatasan menjadi halaman depan NKRI, pembangunan berkeadilan dikedepankan.

Pembangunan dari pinggiran, pembanggunan yang menyentuh ruang personal rakyat. KIP, KIS, adalah program keluarga sejahtera dan berbagai program kerakyatan menjadi ciri utama kebijakan pemerintahan.

“Kini pak Jokowi telah kita calonkan kembali. Kita jadikan momentum peringatan detik-detik proklamasi ini sebagai momentum kebangkitan Indonesia raya. Momentum untuk menggelorakan harkat dan martabat sebagai bangsa pejuang.

Mari kita jadikan peringatan kemerdekaan RI ke 73 swbagai energi kebangkitan bangsa pelopor. Kita tingkatkan disiplin basional kita, kita benahi sistem pendidikan dan kebudayaan kita. Kita tingkatkan kedaulatan bangsa merdeka, kita perkokoh semangat berdikari di seluruh aspek kehidupan Indonesia, dan kita perhebat kebudayaan nasional atas dasar kepribadian bangsa sendiri, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang merdeka sejatinya,” jelas Ananta
sebagaimana diutarakan Hasto. (les).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post