CILEGON, (B1) – Warga Cilegon, gempar dengan kebakaran yang melanda tujuh rumah dan satu gudang di Lingkungan Kavlink Blok C, Rt 03/06, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Sabtu, (7/7/18) malam.
Berdasarkan keterangan Muslim Ketua RT setempat, kebakaran terjadi sekitar pukul 23:30 WIB dan baru bisa dipadamkan, Minggu, (8/7/18), sekira pukul 02:45 WIB.
“Api awalnya dari rumah Pak Edi yang merupakan anggota Linmas. Penyebabnya belum diketahui apakah dari kompor atau listrik. Namun sebelum terjadi kebakaran, Edi terlihat meninggalkan rumah sementara kompor ditinggalkan dalam kondisi menyala,” ucapnya.
Adapun rumah yang terbakar jumlahnya tujuh dan satu buah gudang milik warga. Kerugian kemungkinan mencapai dua ratus hingga tiga ratus juta di karenakan selain rumah, harta benda dan dokumen lainnya juga ikut terbakar. Namun tidak ada korban jiwa, hanya luka ringan.
Sementara Samlawi salah satu warga yang rumahnya ikut terbakar mengatakan, api mulai membesar sekitar pukul 01:00 WIB.
“Pada saat api membesar, saya panik dan langsung keluar rumah ikut membantu warga lainnya untuk memadamkan api, sampai-sampai lupa untuk menyelamatkan harta benda yang ada di dalam rumah. Setelah api padam, saya baru sadar kalau ternyata rumah saya juga ikut terbakar. Alhamdulillah keluarga selamat semua, untuk sementara keluarga saya ungsikan ke rumah orangtua atau saudara lainnya,” jelas pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan.
Ia juga menuturkan, selain harta benda, dokumen serta peralatan kuli (kerja) ikut terbakar.
“Harapannya semoga ada pihak yang bisa membantu musibah yang kami alami disini, baik dari pemerintah atau lembaga lainnya agar kami bisa segera beraktifitas kembali dan mencari nafkah untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Di sini rata-rata profesinya selain kuli bangunan, ada juga warung (pedagang), tukang ojek, dan buruh kasar lainnya,” tandasnya.
Dari data yang dihimpun oleh petugas di lokasi, tujuh rumah yang terbakar merupakan milik Ibu Tumi, Bapak Edi, Bapak Maslawi, Bapak Mia, Bapak Andi Rohman, Ibu Mar, dan Bapak Samlawi.
“Total tujuh rumah dan satu gudang. Proses pemadaman dan evakuasi cukup sulit, mengingat akses masuk ke lokasi cukup sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sehingga semalam kami membutuhkan selang yang cukup panjang untuk memadamkan api menggunakan mobil pemadam kebakaran. Tiga mobil, bolak-balik bergantian untuk mengambil air dikarenakan sumber air disini terbatas yang menyebabkan proses pemadaman berlangsung lama,” ungkap Heri Istrada selaku anggota Tagana Kota Cilegon.
Pantauan di lokasi, beberapa warga yang menjadi korban terlihat duduk masing-masing di depan rumahnya yang terbakar.
Warga lainnya termasuk pemuda terlihat berdiri ditengan jalan pintu masuk lokasi yang berdekatan dengan palang pintu kereta api Masigit-Temu Putih untuk mengumpulkan sumbangan dari pengendara yang kebetulan melintas di jalan tersebut.
Dari penuturan korban, belum ada bantuan yang diterima dari pihak manapun. (Baehaqi Rizal).
























