TIGARAKSA, (B1) – Sungai Cidurian, yang melintas di Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, diduga sudah tercemar. Akibatkan masyarakat sulit mendapatkan air bersih dan merusak persawahan. Begitupun penyulingan air dari PDAM pun dihentikan.
Oji (29) warga Kresek sangat sedih dengan hal itu. Ia menduga sungai tercemar disebabkan limbah industri dari wilayah Kabupaten Serang. Sehingga petani kesulitan mendapat pasokan air bersih, termasuk untuk persawahan, Senin, (23/7/18).
“Sungai kami sudah lebih dari dua minggu tercemar. Kami sulit untuk mandi, mencuci. Sawah kami pun rusak akibat limbah industri yang dibuang ke sungai,” ucapnya.
Selain itu ungkapnya, bau airnya pun sangat mengganggu pernapasan. Solusi sementara, warga terpaksa membeli air untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
“Sawah di desa kami rusak. Jangankan sawah, kami saja tidak kuat menghirup baunya air. Akhirnya wargapun merogoh kantong untuk membeli air agar bisa mandi, cuci, dan masak.” tukasnya.
Terpisah, Samsudin Humas PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang saat dikonfirmasi mengaku, semenjak tanggal 11 Juli 2018, penyulingan atau produksi air bersih TKR dihentikan. Hal itu dikarenakan airnya tidak bisa diolah.
“Kita stop produksi, karena airnya tidak bisa diolah sejak tanggal, 11 Juli itu. Sudah coba dilakukan membrane tetapi tidak berhasil,” terangnya. (santi).
























