TANGSEL, (B1) – Subari Martadinata Ketua DPD Partai Berkarya Tangsel didampingi skretaris HM. Yogie Abdullah klarifikasi resmi terkait pembayaran warung kopi, Selasa, (24/7/18). Partai Berkarya menyatakan semua sudah selesai dan tuntas.
Konferensi pers dilakukan guna meluruskan dan mengklarifikasi serta menggunakan hak jawabnya terkait pemberitaan, perihal kesalahpahaman terkait masalah pembayaran tagihan minuman kopi di warung depan kantor KPUD Tangsel.
Menurut Subari, pengurus partainya telah mendatangi warung Kopi milik pasangan suami istri Naryo dan Ratna di Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong.
Kedatangan tersebut guna mengklarifikasi dan menginvestigasi kejadian yang sebenarnya. Juga menyelesaikan sisa pembayaran kekurangan minuman kopi di warung pasangan suami istri, oleh oknum yang mengatasnamakan kader partai Berkarya.
“Kami dari DPD Partai Berkarya Kota Tangsel pada intinya merasa keberatan terkait pemberitaan, yang mau tidak mau menjadi plus dan minus buat kami Partai Berkarya. Untuk itu kami memandang penting mendudukkan masalah tersebut secara proporsional dan yang sebenarnya serta berimbang (obyektif),” tandasnya.
Menurut Subari, saat kejadian warung yang berada di depan kantor KPUD Tangsel, bukan hanya massa kader Partai Berkarya, tetapi puluhan bahkan ratusan kader dari partai lain juga berada di lokasi kejadian.
“Tetapi buat kami Partai Berkarya adalah, apapun kopinya dan siapapun yang meminumnya, kami ikhlas dan ridho yang membayarnya. Dan itu sudah kami lakukan pada hari Senin (23/7/18) sore, dengan mendatangi tempat berjualan pedang kecil kopi di depan kantor KPUD Tangsel,” pungkasnya. (btl/pud).
