TANGERANG, (B1) – Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Tangerang, adakan “Workshop Management Organisasi dan Administrasi Kejuaraan Shorinji Kempo”. Acara diaadakan di Gedung Cisadane, Jln.KS Tubun no.1 Kota Tangerang, Sabtu, (29/7/18).
Idham Julana Ketua Komisi Hukum dan Kepatuhan PB Perkemi menyambut baik workshop yang digelar Perkemi Kota Tangerang. Menurutnya, dalam pembinaan olahraga tidak mesti terus hanya ada agenda latihan, tanding dan menang.
“Saya fikir, workshop seperti ini sangat baik ya, untuk seluruh pengurus, pelatih maupun atlit itu sendiri. Semoga dapat dilakukan oleh seluruh Perkemi di Indonesia,” ucapnya, di sela-sela acara.
Dikatakan, saat workshop dipaparkan berbagai materi penting yang dinilainya, dapat berimbas pada peningkatan atlet dan pengurus. Salah satunya diberikan materi tentang pelatihan dan hasil serta tentang manajemen organisasi.
Sebab keterkaitan antara prestasi dengan organisasi tidak bisa dipisahkan. Manajemen organisasi yang baik, akan berdampak pada prestasi anak didik.
“Tujuan Perkemi kan, ingin mendapatkan atlet asli dari daerahnya masing-masing. Dari workshop seperti ini diharapkan muncul ide atau gagasan untuk lebih memajukan Perkemi,” tandasnya.
Sementara itu, Binpres KONI Provinsi Banten Setyo Purwanto mengatakan, Workshop yang diadakan Perkemi adalah salah satu upaya pengurus olahraga di Banten untuk lebih meningkatkan prestasi. KONI Banten selalu mendukung pengcab olahraga untuk menemukan cara yang terbaik meraih prestasi.
Pencapaian prestasi yang baik, tentunya bukan hanya dilihat dari hasil menjadi juara, akan tetapi juga bagaimana mengeloka organisasi yang baik. Sebab pengelolaan organisasi yang baik, biasanya akan berdampak pada hasil.
“Bagi saya ini sebuah terobosan baik bagi kemajuan Perkemi Banten. Bagaimana sebuah organisasi olahraga mampu menyajikan kegiatan kegiatan, yang sifatnya administratif. Dan itu memang tidak bisa ditawar lagi, agar sukses juara namun tertib pelaporannya,” ucapnya.
Ditambahkan, Ketua Perkemi Kota Tangerang Kusnadi mengatakan, antusias peserta cukup besar. Terbukti peserta yang hadir melebih undangan panitia
“Undangan awal 70 peserta, tapi tang hadir hampir 100 orang,” ujarnya.
Diharapkan, workshop nantinya akan memberi imbas saat pelaksanaan kejuaraan olahraga khususnya Kempo. Pasalnya seringkali, saat sebuah kejuaraan muncul masalah data atlet ataupun aturan yang tumpang tindih.
Selain itu Ia berharap, Perkemi Kota Tangerang maupun Banten, akan menjadi Perkemi yang tertib aturan. Selain tentunya menjadi Perkemi menjadi andalan Nasional.
“Menjadi juara adalah impian semua atlet. Tetapi menjadi juara dan juga patuh aturan, itu akan lebih baik lagi. Semoga workshop ini membawa prestasi dan tertib aturan bagi Perkemi Banten dan Kota Tangerang,” pungkasnya. (bayu).
