CILEGON, (B1) – Angka penyaluran kredit di Bank Banten meningkat hingga 50 persen. Bila tahun 2017 Rp6,24 triliun menjadi Rp6,46 triliun di tahun 2018.
Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, di usia dua tahun, Bank Banten masih dalam kondisi penuh dengan tantangan.
Pihaknya berharap, agar Bank Banten yang merupakan Bank kebanggaan masyarakat Banten, bisa terus maju dan berkembang dengan selalu senantiasa berdo’a dan menggantungkan harapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Untuk itu, mari jadikan momen ini untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat, nasabah, dan para stakeholder,” ujar Fahmi, saat perayaan HUT 2 Bank Banten, Senin (30/7/18).
Saat ini, lanjut Fahmi, Bank Banten berada dalam Fase Pertama Roadmap Transformasi atau yang disebut dengan Fase ‘Consolidation and Expansion’.
Pada fase pertama tersebut, terdapat tujuan dan arah kebijakan strategis seperti Penguatan Permodalan Bank, Perbaikan Komposisi DPK terutama Dana Murah (CASA), Peningkatan kerjasama pelayanan/jasa Perbankan, Evaluasi Jaringan Kantor, dan penyaluran kredit baru yang berkualitas.
“Dalam roadmap transformasi tersebut dapat saya sampaikan, bahwa saat ini Bank Banten sudah berada di jalur yang benar (on the right track),” jelasnya.
Masih dikatakan Fahmi, meskipun di tahun kedua ini merupakan tahun yang cukup menantang bagi Bank Banten, namun Bank Banten berhasil mencatatkan beberapa perbaikan kinerja, seperti penyaluran kredit.
“Untuk penyaluran kredit, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 50,20% secara year on year dari Rp3,72 triliun pada Mei 2017 menjadi Rp 5,59 triliun pada Mei 2018 yang dihasilkan dari pengembangan bisnis baru yaitu kredit konsumer dan kredit komersial,” terangnya.
Selain itu, pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 3,45% secara year on year dari Rp6,24 triliun pada Mei 2017 menjadi Rp6,46 triliun pada Mei 2018, dan untuk pertumbuhan Aset perusahaan meningkat sebesar 9,49% secara year on year dari Rp7,34 triliun pada Mei 2017 menjadi Rp8,04 triliun pada Mei 2018.
Sementara, lanjut Fahmi, hasil dari perbaikan kinerja keuangan tersebut, diikuti dengan penurunan Rugi Bersih pada Mei 2018 sebesar 5,27% secara year on year dari Mei 2017. (Baehaqi Rizal).
























