PENDIDIKANTANGERANG RAYAUncategorized

Kemenag Tangsel Diskusi Tentang Pembelajaran Kitab Kuning Di Madrasah

 

TANGSEL, (B1) –  Kantor Kementrian Agama Kota Tangerang Selatan (Tangsel), adakan Focus Group Discussion (FGD). Kali ini membahas tentang Pembelajaran Kitab Kuning di Madrasah, Kamis, (5/7/18).

banner 300x600

FGD menghadirkan narasumber Dr. Saefudin Zuhri, Dr. Alimin dan Dr. Suhardi. Abdul Rojak, Kepala Kemenag Tangerang Selatan mengatakan, FGD berupa pembelajaran kitab Kuning untuk seluruh sekolah Madrasah di Tangsel bertujuan, mewujudkan Madrasah hebat dan bermartabat di Tangerang Selatan.

“Hari ini kita mengundang perwakilan guru-guru madrasah se Tangerang Selatan. Kami berharap, nantinya melalui program jangka panjang Kemenag Tangsel, agar ke depannya seluruh siswa/i madrasah disemua tingkatan, baik Iftidaiyah, Sanawiyah maupun Aliyah, akan mampu dan mahir dalam membaca kitab Kuning, sebagai rujukan asli umat Islam dalam mempelajari tentang segala ilmu seperti hukum pernikahan, hukum fiqih waris, ekonomi Islam dan banyak lagi ilmu-ilmu tentang Islam yang memang sumbernya dari kitab Kuning,” terangnya.

Dikatakannya, kitab Kuning merupakan kitab yang tidak ada Harokat dan Sakolnya atau disebut juga sebagai kitab Gundul. Dan jika mau membaca kitab Kuning, maka diperlukan keahlian khusus seperti ahli ilmu alatnya, nahusorofnya, Objeknya, mana Fail dan mana Mahful.

“Diharapkan para siswa/i madrasah di Tangsel kedepannya akan lebih familiar dan lebih dekat dalam membaca kitab Kuning. Dan diharapkan juga, jika nanti mereka masuk keperguruan tinggi baik keperguruan tinggi agama maupun umum, mereka telah memiliki bekal dan basic yang cukup tentang keislaman karena mereka telah mempelajari Islam dengan rujukkan aslinya yaitu kitab Kuning,” tandasnya.

Ditambahkan, ke depan masalah pembelajaran kitab Kuning juga akan dapat diterapkan disekolah-sekolah umum di Tangerang Selatan. Karena selama ini pembelajaran kitab Kuning hanya dilakukan di pondok-pondok Pesantren saja dan bersifat tertentu.

“Ke depannya dengan adanya program pembelajaran kitab Kuning diseluruh sekolah-sekolah baik Madrasah maupun umum di Tangerang Selatan, Insya Allah akan melahirkan banyak ulama-ulama Islam yang mampu mengerti dan memahami tentang kitab Kuning. Karena harus diakui, saat ini sedikit sekali umat Islam yang mampu dan mahir membaca kitab Kuning yang merupakan dasar rujukan mempelajari ilmu-ilmu Islam,” pungkasnya. (btl/bay).

Exit mobile version