TANGERANG, (B1) – Tidak banyak yang tahu dibalik kesuksesan sebuah acara, ada saja orang-orang tak terlihat yang sebenarnya ikut andil didalamnya. Sekecil apapun keterlibatan orang dibelakang layar, tetap saja akan memberi kesan tersendiri di sebuah acara.
Di Kabupaten Tangerang, misalnya , yang pada tanggal 27 Juni 2018 lalu, baru saja merampungkan perhelatan pesta demokrasi lima tahunan. Selain pihak penyelenggara KPU dan jajarannya, ternyata berbagai kalangan ikut serta terlibat untuk mensukseskan.
Sebut saja Anita Fasya, dara kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini, begitu antusias saat didaulat untuk meramaikan sosialisasi Pilkada Kabupaten Tangerang tahun 2018. Wanita yang belum lama meluncurkan album dangdut bertajuk “Nantikan Hadirmu” ini dipercaya penyelenggara Pilkada untuk menghibur warga Kabupaten Tangerang.
Album ‘nantikan hadirmu’ yang berisi lagu-lagu andalan Anita Fasya sangat menghibur saat itu, saat didendangkan. Pasalnya, dari tiga lagu yang terdapat di album perdananya, terdapat karya pencipta lagu belantikan music Nasional, yakni Pamungkas NM.
Mendengar nama Pamungkas NM, tentu rasayanya tidak asing lagi bagi pendengar lagu di Indonesia. Seniman musik dan pencipta lagu blantika musik nasional ini, telah menelurkan lagu-lagu hits. Sebuat saja lagu “Tua-tua Keladi” yang sukses dibawakan Anggun C Sasmi, “Bis Kota” oleh Ahmad Albar, dan beberapa lagu top yang dibawakan Nicky Astria.
Menurut gadis ‘cubby’ dan yang mengaku pernah menimba ilmu dari Eri Susan ini, mengaku gembira bisa terlibat meramaikan suasana hajat masyarakat. Sebab menurutnya, seseorang yang berprofesi sebagai artis akan menjadi besar bila mampu menghargai masyarakat.
“Bagi saya, yang sedang meniti karir seperti ini, siapapun dan dimanapun, ada kesempatan Insya Allah, saya akan laksanakan dengan baik. Terlebih diperbolehkan menyanyikan lagu-lagu yang kebetulan baru saja saya perkenalkan,” ucap penyanyi yang akrab disapa Nenk Bule, ini.
Perjalanan Anita menjadi penyanyi dangdut dikatakannya tidaklah mudah, penuh dengan liku. Sebelum menjadi artis penyanyi dangdut, Anita mengaku pernah bekerja di salah satu pabrik di Kabupaten Tangerang.
“Sebelum menyanyi saya pernah kerja di pabrik lho. Waktu itu di bagian stocfit atau bagian alas sepatu. Cukup lama juga,” kenangnya.
Saat bekerja di pabrik itulah, Anita mengaku sering diminta tampil membawakan lagu-lagu dangut atau ainnya, terutama pada saat ada acara hiburan yang digagas pihak pabrik.
“Kalau ada acara hiburan di pabrik suka ada player-nya. Nah, saya diminta player-nya agar mengembangkan nyanyi, karena katanya saya punya talenta. Ya, saya kemudian pilih menyanyi sampai sekarang,” ceritanya.
Demi kelancaran profesinya Anita mengaku, tidak segan untuk berguru kepada yang lebih senior. Selain itu tdak jarang Ia juga mengikuti berbagai kegiatan music yang diadakan oleh siapa saja, termasuk salah satu stasiun televise swasta beberapa tahun sebelumnya.
“Kalau tidak salah nama acaranya Pantura Show, yang diadakan di Indosiar. Dan Alhamdulillah, saya masuk tiga besar kala itu,” ucapnya.
Meski begitu, Dara manis yang tinggal di kawasan perumahan Citra Raya, Tangerang ini mengaku masih banyak yang harus Ia kerjakan bersama manajemennya agar lebih survive di belantikan music dangdut nasional.
“Banyak ya, yang harus saya dan manajemen lakukan di tengah dunia music dangdut saat ini. Untuk itu kami minta doa dari semua penggemar, pecinta music dangdut tanah air, agar bisa diterima seperti penyanyi-penyanyi lainnya, terima kasih,” tutupnya. (pudin).
