TIGARAKSA, (B1) – Warga Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mengaku masih kekurangan air bersih. Meskipun sudah dibantu suplai dari PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, namun belum mencukupi.
Vadli, (28), warga Desa Kresek menjelaskan, warga sangat membutuhkan air bersih. Hal itu tidak lepas dari sumber air kali Cidurian, yang tidak bisa dimanfaatkan warga, akibat tercemar.
“Akibat dari tercemarnya kali Cidurian, berimbas pada lingkungan sekitar. Ditambah, terhentinya penyulingan air oleh PDAM TKR Kresek, akibat airnya yang kotor. Kami kekurangan air bersih,” ucapnya, Selasa, (24/7/18).
Vadli mengungkapkan, karena air adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan. Kurangnya air bersih, menyebabkan masyarakat sibuk mencari air dan membeli air. Bahkan ada warga yang mengebor ulang, demi mendapatkan saluran air baru.
“Sudah dibantu oleh PDAM TKR, tapi tetap saja kurang mencukupi. Kami membuat pengeboran ulang untuk membuat saluran air bersih. Dan yang lain terpaksa harus membeli,” lirihnya.
Terpisah, Samsudin Humas PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang mengaku sudah maksimal membantu warga yang kesulitan air. Salah satunya dengan mengirim pasokan air bersih sehari minimal empat tanki, kepada warga di Kecamatan Kresek.
“Kita sudah bantu air tanki selama ini. Dalam sehari paling sedikit empat tanki kita kirim,” ujarnya.
Menurutnya bantuan air bersih diberikan kepada masyarakat, terutama pelanggan PDAM TKR yang ada di daerah Kresek, demi kebutuhan sehari-hari.
“Bantuan ini diberikan kepada masyarakat, terutama pelanggan PDAM untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya. (santi).
