TANGERANG, (B1) – Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) Banten, lakukan konsolidasi dan deklarasi di Tangerang, Banten. Acara dilakukan di Horison Hotel GWR, Tangerang, Sabtu, (9/6/18).
Subandi Musbah Wakornas Samawi menjelaskan, konsolidasi ulama muda se Banten, bertujuan memastikan terbentuk nya relawan Samawi se Banten. Dan Samawi Banten akan dinahkodai oleh sembilan tokoh ulama muda dari kota dan kabupaten se Banten.
“Juga akan merampungkan kordinator di setiap desa/kelurahan, hingga bulan Agustus mendatang. Ditargetkan akan menyelesaikan 1551 korker/kordes yang ada di Banten,” ucapnya.
Kehadiran Samawi juga bertujuan memastikan tidak adanya opini negatif dan hoax di media yang selama ini beredar tentang Jokowi.
Presiden Jokowi diyakini masih mencintai Islam dan dekat dengan ulama. Namun fakta di lapangan media sosial seringkali malah negatif.
Di Tangerang Raya sendiri akan ada 64 relawan ditambah 1551 korker/kordes se Banten. Semuanya akan turun di media sosial dan majlis ta’lim, untuk menyampaikan sesuatu yang benar, namun berbeda dengan kampanye.
“Tujuan samawi juga untuk menyampaikan opini yang positif tentang Jokowi, sehingga menangkis informasi hoax. Selain itu juga kami ingin mensolidkan ulama muda di Banten agar bisa bersatu, menyampaikan pesan positif dan benar,” tandasnya.
KH Imaduddin Usman pimpinan pondok pesantren di wilayah Tangerang menyatakan, santri dan ulama muda merasa prihatin terhadap perkembangan di media sosial yang banyak pemberitaan hoax. Pihaknya mendukung penuh gagasan tokoh-tokoh ulama muda di Jakarta dan Banten.
“Kami bersama Samawi Banten akan berjuang mengconter isu-isu hoax yang terjadi. Juga meluruskan dan mendapatkan informasi yang baik dan sebenarnya,” ucapnya.
Sementara Mufrod Thama selaku Korwil Samawi Banten menambahkan, selain ulama muda, Samawi juga ada ustad dan guru ngaji. Tergabung pula aktivis-aktivis OKP Islam dan organisasi kepemudaan Islam.
Dikatakan, menangkis isu-isu hoax itu penting, tapi tidak kalah penting bagaimana mensolidkan jaringan agar Presiden Jokowi bisa melanjutkan kepemimpinan.
“Samawi untuk kordinator tingkat wilayah berjumlah tujuh ulama, berasal dari NU, Muhammadiyah dan lainnya. Untuk Banten dibentuk sudah dua bulan, Sedang tingkat kota dan kabupaten, sekitar dua minggu. Dan hari ini kita deklarasi tingkat kota dan kabupaten,” paparnya. (Pudin).
























