CILEGON, (B1) – Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Cilegon, menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama akbar bersama komunitas Jagoan Sampah Indonesia, Trip TGM, Banten Traveller, dan Dolanan Adventure, Kamis (7/6/2018) malam, bertempat di Situ Rawa Arum, Lingkungan Tegalwangi, Kelurahan Rawa Arum Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon Banten.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Bukber Akbar 2018 Antar Komunitas’ ini, dikemas secara santai, fun namun serius karena di isi dengan kegiatan diskusi yang penuh keakraban.
Selain itu kegiatan yang bisa juga dikatakan sebagai ajang kumpul kopdar (kopi darat) dari 5 komunitas ini juga dijadikan untuk ajang kenal dan rembuk tukar pikiran dari berbagai komunitas.
Turut hadir dalam acara tersebut, Tokoh masyarakat Tegalwangi, Husein Saidan.
Sandi, selaku Koordinator Pembina Komunitas Bukber Akbar 2018 mengungkapkan, kegiatan perdana yang digelar, merupakan bentuk kepedulian lima komunitas, terhadap perkembangan destinasi wisata di Kota Cilegon khususnya.
“Dengan di selenggarakanya acara ini besar harapan kami, rekan rekan komunitas lebih mempunyai banyak teman baru yang tentunya membawa hal positif untuk kedepannya, entah terkait sharing tentang destinasi wisata dikota Cilegon, khususnya Situ Rawa Arum ini,” ujar Sandi.
“Harapannya dengan gabungan komunitas yang memang dibina oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan ini, mahasiswa dan alumnus di lingkup komunitas, kelak mampu menerapkan keilmuan dan pengetahuannya,” sambungnya.
Acara yang diikuti kurang lebih 50 peserta dari mahasiswa dan alumnus 5 Komunitas ini, juga diisi dengan penyampaian kajian dan tausiyah dari Ustad Muhammad Nur.
Ditempat yang sama, Husein Saidan yang juga menjabat Ketua Gerakan Peduli Rakyat (GAPPURA) Banten, sekaligus pengelola Situ Rawa Arum, dihadapan para peserta kegiatan menjelaskan, sejarah singkat situ yang dikelolanya.
“Situ Rawa Arum Gerogol, Cilegon, Banten, merupakan danau tanpa sumber mata air. Danau tersebut menebarkan aroma bunga teratai putih terutama di malam hari. Menurut legenda, danau tersebut sebelumnya merupakan sebuah desa yang tenggelam dan tidak pernah muncul kembali dan ini patut diketahui juga di sosialisasikan,” kata Husen.
Selain menjelaskan tentang historis Situ Rawa Arum, Husein berharap kepada para pemuda pemudi yang tergabung dalam berbagai komunitas tersebut, mempunyai keinginan untuk mengangkat potensi potensi wisata yang ada di Kota Cilegon.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini, dapat menumbuhkan kepedulian bersama dalam konteks optimaliasi situ rawa arum sebagai salah satu ikon pariwisata kota Cilegon yang mampu mendongkrak PAD serta meningkatakan perekonomian masyarakat Cilegon,” pungkasnya. (Baehaqi Rizal).























