TANGERANG, (B1) – Protes yang dilakukan oleh pihak pegawai maupun pegawai RSUD Kota Tangerang dan Rumah Sakit Husada Insani direspon. Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kota Tangerang, Jumat (29/6/18), akhirnya menggelar Pemilihan Suara Susulan (PPS). Namun sayang, nampaknya pemilik suara kurang antusias.
Berdasarkan pantauan, proses pemilihan susulan ini sempat tertunda hampir satu jam. Hal ini lantaran tidak maksimalnya serta kurang siapnya pihak KPU Kota Tangerang selaku pemyelenggara ajang Pilkada Kota Tangerang 2018 yang digelar pada Rabu (26/6/18) lalu. Sedangkan, untuk pemilih sendiri berdasarkan data ada yaitu untuk RSUD ada 34 pemilih dan 24 Pemilih di RS Husada Insani.
Sementara itu, kurangnya sosialisasi serta buruknya kinerja KPU membuat pemilihan ini sepi peminat. Tercatat di RSUD Kota Tangerang , hanya ada empat pemilih yang ikut berpartisipasi, yaitu berasal dari TPS 14 dan TPS 15 Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang.
Ketua Panwaslu Kota Tangerang M Agus Muslim menegaskan bahwa, meskipun sepi peminat, namun secara aturan pihak KPU telah memenuhi hak konstitusional warga.
“Satu suara saja bisa menentukan arah Kota Tangerang ke depan. Jadi, yang penting pihak penyelenggara sudah berusaha melayani warga,” tandasnya.
Sekedar informasi, Pilkada serentak di Kota Tangerang sendiri hanya diikuti oleh paslon tunggal yang juga merupakan incumbent, yaitu Arief R Wismansyah dan Sachrudin. Dalam ajang demokrasi ini, keduanya bertarung melawan kotak kosong. (febi).
























