SERANG, (B1) – Masyarakat Padarincang yang tergabung dalam aliansi Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR), akan kawal ultimatum Wakil Gubernur Banten. Andika Hazrumi yang memminta alat berat diturunkan dari Gunung Prakasak, lokasi proyek PLTB.
Sekitar lebih dari 500 masyarakat berkumpul menggelar mimbar bebas di Kp. Barengkok Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang. Mereka berkumpul untuk mendengarkan orasi, pidato, dan platform perjuangan SAPAR dari tokoh masyarakat dan Ulama setempat, Sabtu, (12/05/18).
Menurut ustad Aunillah tokoh masyarakat mengatakan, apa yang dilakukan dalam rangka sambut statement Wakil Gubernur Banten yang mengultimatum proyek Geothermal di Padarincang.
” Dalam setahun ini kita berjuang bersama untuk menyelamatkan kampung halaman kita dari pengerusakan lingkungan. Kita akan kawal terus ultimatum wakil gubernur Banten supaya segera alat berat diturunkan dari Gunung Prakasak,” ungkapnya.
Ia juga menekankan,ultimatum yang telah diucapkan, jangan hanya menjadi ucapan penghibur saja, yang menggiurkan tanpa ada realisasi.
” Jangan sampai ultimatum yang di ucapkan wakil gubernur Banten di koran-koran, hanya menjadi obat pereda rasa sakit, Kita semua harus tagih sampai alat berat benar-benar diturunkan dari Gunung Prakasak,” tegasnya.
Senada dengan ustad Aunillah, Tokoh masyarakat Yang lain Umi Eha juga meminta kepada Gubernur Banten untuk mengintruksikan kepada penegak hukum supaya menurunkan alat berat.
” Jika hanya berbicara dimedia tidak akan menghasilkan apa-apa. Ultimatum yang disampaikan Wakil gubernur Banten harus dibuktikan dengan cara Gubernur mengintruksikan kepada penegak hukum untuk menurunkan alat berat sekarang juga.”pungkasnya. (faiz).
