Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TANGERANG RAYAUncategorized

Tahun Politik Munculkan Gesekan Di Banten

×

Tahun Politik Munculkan Gesekan Di Banten

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TIGARAKSA,  (B1) – Dinamika politik di Banten terus dinamis. Pasca Pilkada Gubernur, banyak tokoh Banten yang memiliki pendapat dan tokoh yang berbeda dan menimbulkan gesekan politis. 

Example 300x600

” Saya menyadari bahwa akibat dari adanya pemilu. Baik itu persaingan perorangan maupun kepentingan partai. Lantas terjadi semacam kerenggangan antara tokoh-tokoh itu. Sesudah proses politik itu selesai. Saya tidak mau itu terjadi, okelah ada proses politik itu, oleh sebab itu saya tetap ingin Susana Kebantenan itu tetap terjaga,” kata Taufiequrachman Ruki, Selasa (29/5/18) saat acara buka puasa bersama di Jalan Islamic Raya, Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang.

Banten sendiri dikatakan Taufik, warganya yang dikenal Egaliter. Artinya, orang Banten tidak pernah membedakan dia keturunan apa, dari mana, dan derajat apa.

“Ciri-ciri orang Banten itu apa yah. Tidak banyak melihat status seseorang. Contoh dengan panggilan KI kepada seseorang, itu menunjukkan sebagai sodara. Meski kita tidak ada hubungan darah,” ujar Taufik.

Taufik mengaku, pertemuan hari pertemuan di rumah H Iyus mantan ketua Kadin ini merupakan pertemuan tokoh lintas, baik itu tokoh agama, partai politik, tokoh masyarakat dan berbagai latar belakang.

” Pertemuan ini merupakan kopi darat. Dari grup WAG orang Banten. Saya ingin, hari ini menjadikan pemikiran dan akan mampu mengisi pembangunan, keinginan dan kesenjangan yang ada di perkumpulan orang Banten ini,” aku mantan ketua KPK ini.

Taufik menambahkan, masyarakat Banten butuh sebuah identitas yang datang dijadikan rujukan sejarah bagi masyarakat. Pesatnya pembangunan di daerah Banten di katakan Taufik, sudah sangat baik. Meskipun demikian, ia mengaku belum puas atas capaian itu.

” Kita belom butuh goest house di Banten. Yang masyarakat Banten butuhkan pembangunan infrastruktur, salah satunya musium,” ucapnya.

Sementara itu H. Iyus Y. Suptandar mengatakan, Banten masih memerlukan sumber daya manusia (SDM) siap bersaing. Ia mencontohkan, dengan banyaknya orang dari luar Banten di perusahaan dan pemerintahan yang masuk ke Banten. Masih kekurangan SDM yang handal.

” SDM di kita masih banyak kekurangan. Harus banyak praktik, dan karya nyata,” aku Iyus.

Iyus mengakui, sudah banyak kemajuan Banten saat ini yang berhasil dibangun.

“Mungkin, kalau kita masih bergabung dengan Jawa barat, tidak akan ada pembangunan di wilayah selatan Banten. Dan juga beberapa wilayah lainnya,” aku pengusaha Banten ini.

Ditambahkan, Banten merupakan salah satu daerah yang lahir dari Jawa Barat. Namun, hingga saat ini, Banten belum memiliki simbol Kebantenan. (ed).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post