SENI BUDAYAUncategorized

Pegiat Film Banten Adakan Acara Ngeriung Ramadhan

 

CILEGON, (B1) – Kamis (24/5/18) malam, sejumlah pemuda yang konsisten berkecimpung di dalam kehidupan industri kreatif seni budaya khususnya kreator film di Banten berkumpul dalam sebuah kegiatan bertajuk ‘Ngeriung Pilem’.

banner 300x600

Arif Rahman salah satu penggagas kegiatan ‘Ngeriung Pilem’ mengatakan, kegiatan ‘Ngeriung Pilem’ sendiri sudah ada sejak 2016 lalu, yang di awali dengan pemutaran film pendek dari kawan-kawan komunitas film dari berbagai wilayah seperti Banten, Jogja, dan Jakarta.

“Acara ini pertama kali di laksanakan di kampus UIN (Dulu IAIN) Banten. Namun seiring berjalannya waktu dan satu persatu dari kami lulus kuliah, kegiatan ini juga ikut meredup atau sempat vakum selama satu tahun lebih, dan baru aktif lagi sekarang setelah pihak House of Salbai 34 Venue (Salbai Cafe) memberikan perhatian dan apresiasi terhadap kegiatan ini, hingga akhirnya bersedia memfasilitasi kami untuk menggelar acara Ngeriung Pilem disini,” ujarnya, usai kegiatan Ngeriung Pilem di Salbai Cafe.

Arif menambahkan, kegiatan ‘Ngeriung Pilem’, di harapkan mampu menjadi ruang apresiasi dan wadah silaturahmi bagi para kreator film yang ada di Banten.

“Tentunya kedepan kita berharap, karya dari kawan-kawan tidak hanya di tonton oleh kalangan pegiat film saja tapi juga bisa di tonton dan di nikmati oleh masyarakat luas. Dengan adanya kegiatan ini, berharap silaturahmi dapat terjalin dan kedepan kita bisa membuat karya bersama, belajar, saling tukar pikiran, dan menambah wawasan,” jelasnya.

Selama Ramadhan, kegiatan ‘Ngeriung Pilem’ di jadwalkan digelar selama dua hari dalam seminggu, yakni di hari Rabu dan Kamis malam dari pukul 21:00 WIB hingga 24:00 WIB.

“Kegiatan ini sudah di mulai sejak malam kemarin dan rutin di gelar setiap hari Rabu dan Kamis di Salbai Cafe. Selain pemutaran film, ada juga kegiatan diskusi dan performance art dari kawan-kawan kesenian yang ada di Banten. Kedepan tidak menutup kemungkinan kegiatan Ngeriung Pilem di gelar keliling di setiap Kabupaten/Kota di Banten, dan siapa saja boleh menyelenggarakan kegiatan ini karena acara Ngeriung Pilem bukan milik siapa-siapa, tapi milik kita bersama,” paparnya kepada Bantensatu.

Berdasarkan pantauan Bantensatu, di House of Salbai 34 Cafe yang berada di Jalan Saleh Baimin No 34 Cimuncang, Kota Serang, juga turut hadir beberapa sastrawan dan budayawan seperti Sulaiman Djaya, beberapa Musisi kenamaan di Banten, Insan Pers, dan juga kawan-kawan dari Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Cilegon.

“Setiap kegiatan di putar dua film. Malam ini ada dua film dari dua komunitas, yang pertama film berjudul MOS dari Shuter Production Jakarta dan film Penjaga Tanah Budaya dari Komunitas Film B’ Production Kota Cilegon. Yang hadir malam ini ada kang Indra senior fotografer di Banten yang juga merupakan ahli design visual, dari kalangan penyair, seniman, budayawan, dan masyarakat umum,” pungkas Arif.

Sementara itu, Sansan yang merupakan ketua GenPI Kota Cilegon mengapresiasi kegiatan ‘Ngeriung Pilem’ dan berharap kedepan kegiatan tersebut bisa di kemas lebih baik lagi.

“Sebagai penikmat saya pikir kegiatan ini cukup bagus dan perlu di apresiasi. Kedepan mungkin agar lebih menarik dan gaungnya bisa di ketahui oleh seluruh masyarakat yang ada di Banten, kegiatan ini perlu di beri beberapa sentuhan artistik lainnya dan dikemas lebih baik lagi,” singkatnya. (Baehaqi Rizal).

Exit mobile version