SERANG, (B1) – Partai Amanat Nasional (PAN) Banten, sebagai salah satu partai pengusung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pada pilkada 2015 lalu, mengancam akan menarik dukungan dari koalisi, jika klaim keberhasilan pembangunan di Kabupaten Tangerang adalah hasil kinerja kader Golkar.
“Jika memang benar apa yang diklaim bu Tatu, bisa saja kami ambil langkah menarik dukungan dari koalisi. Karena yang lain artinya dianggap tidak punya peranan apa-apa,” kata Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Masrori.
Sikap itu akan diambil PAN, dengan pertimbangan Tatu menjadi bupati itu diusung banyak partai koalisi, termasuk di lembaga dewan juga banyak kader partai lain tidak hanya Golkar saja.
” Belum lagi peran ASN dan masyarakat yang berpartisipasi dalam pembangunan termasuk juga peran dari media. Di lembaga saja kalau hanya dari partai Golkar itu tidak mungkin bisa berjalan karena lembaga sifatnya kolektif kolegial,” tandasnya.
Dikatakan Masrori, pemerintah daerah itu terdiri dari pemerintah dan unsur lembaga dewan, lembaga intansi vertikal lainya yang semuanya memiliki kontribusi dalam pembanguan Kabupaten Serang.
” Setau saya pembangunan di Kabupaten Serang ada yang patut kita apresisasi, tetapi juga masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus ditingkatkan menuju lebih baik dan itu tanggungjawab kita semua. Bukan hanya ada pada bupati saja tapi semua pihak yang harus berkontribusi positif sesuai peran dan fungsinya masing-masing,” ujarnya.
Jadi menurutnya, harusnya Bupati Serang memahami. Dan klaim pembangunan Kabupaten Serang adalah hasil kader Golkar juga kurang tepat.
“Jika itu benar kami dari PAN akan mengevaluasinya secara internal. Dan akan mengambil sikap,” pungkasnya. (faiz).
























