SERANG, (B1) – Beras medium dari Bulog, kurang laku di Pasar Induk Rau Kota Serang. Beras tersebut memiliki kualitas kurang baik dari jenis medium yang terdapat di pasaran.
Pedagang beras di Pasar Rau, Saifullah mengatakan beras medium dari Bulog dijual Rp.8950 per kilogram. Ia menyetok beras Bulog sebanyak 2 ton. Sayangnya, stok berasnya masih banyak, karena kurang laku dipasaran.
“Beras Bulog baunya kurang enak, jarang orang konsumsi sendiri. Biasanya dijual lagi, buat kondangan,” kata dia, saat ditemui di Pasar Induk Rau, Kota Serang.
Senada dengan Anis, pedagang beras di Pasar Induk Rau ini pun mengaku penjualan beras Bulog baru 50 kilogram. Stok berasnya tersedia 1 ton. Ia pun menjual Rp.8950.
” Masalahnya Bulog kurang laku ini kualitasnya. Apalagi bulan puasa ini penjualannya malah berkurang,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kota Serang Ahmad Banbela menjelaskan, beras Bulog tidak mempengaruhi stabilnya harga beras medium di pasaran. Hal itu terbukti sebelum Ramadan, beras medium melonjak hingga Rp.10.000.
” Masyarakat kita ini sukanya beras lokal. Meskipun mahal. Kemungkinan rumah makan yang membeli beras Bulog biar tidak rugi, untuk mendapat keuntungan,” pungkasnya. (faiz).
























